Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Jumlah Dokter Spesialis Rheumatologi di Indonesia Minim

Sabtu 02 Mar 2019 12:42 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Dokter memeriksa pasien wanita

Dokter memeriksa pasien wanita

Foto: cityofevanston.org
Jumlah Dokter Spesialis Rheumatologi hanya sekitar 100 dokter saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Jumlah dokter spesialis Reumathologi di Indonesia masih sangat minim yaitu hanya sekitar 100 dokter saja. Padahal, penderita penyakit sendi di Indonesia jumlahnya cukup banyak.

Dokter spesialis reumathologi di RSCM Dr Anna Ariane mengatakan, minimnya jumlah dokter spesialis Rheumatologi ini tentu sangat berpengaruh pada pemulihan pasien penyakit sendi yang tidak optimal.

“Di Medan misalnya, dokter spesialis Rheumatologi itu cuma ada 3. Tapi yang dua orang sedang melanjutkan studi, jadi yang buka praktik hanya 1 orang saja. Padahal kan pasiennya banyak,” kata Dr Anna di Jakarta, Sabtu (2/3).

Pada umumnya, penyakit pada persendian hanya dikenal sebagai penyakit rematik. Padahal, menurut Dr Anna, jenis dan macam penyakit pada persendian sangat beragam. Bahkan ada yang disebabkan oleh auto imun seperti Rheumathoid Arthritis (RA) dan lainnya.

“Beragam sekali, bahkan yang disebabkan auto imun itu juga jenisnya macam-macam. Tentunya penanganan dan pengobatan juga akan berbeda,” kata dia. Untuk itu dia berharap ke depan semakin banyak dokter yang mengambil spesialis Rheumatologi di Indonesia.

Sementara itu, Dr Anna juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gejala nyeri dan kaku pada sendi. Segera konsultasikan ke dokter, agar peradangan sendi tidak meluas ke sendi-sendi lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA