Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

Saturday, 18 Sya'ban 1441 / 11 April 2020

JIC Hadirkan Perpustakaan dengan 6.000 Koleksi

Sabtu 02 Mar 2019 03:58 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andi Nur Aminah

Pengunjung mengamati koleksi buku-buku Islam, di Perpustakaan Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (4/12).

Pengunjung mengamati koleksi buku-buku Islam, di Perpustakaan Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (4/12).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Perpustakaan menjadi wahana bagi jamaah dan masyarakat umum untuk mencintai masjid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jakarta Islamic Centre (JIC) yang digadang-gadang sebagai pusat peradaban Islam ibu kota harus mampu meningkat pengetahuan dan minat baca warga Jakarta. Untuk menggapai misi tersebut, JIC pun menghadirkan perpustakaannya sendiri.

Baca Juga

"Perpustakaan merupakan wahana bagi jamaah, masyarakat, pelajar, dan mahasiswa untuk mencintai masjid dan tentunya sebagai tempat untuk menambah pengetahuan dan informasi agar menjadi manusia yang melek ilmu dan melek informasi," kata Kepala Perpustakaan JIC, Niswati Fatimah, dalam keterangan yang didapatRepublikaco.id, Sabtu (2/3).

Perpustakaan JIC ini disebut sudah berdiri sejak tahun 2005. Sudah banyak mengalami kemajuan baik meningkatnya koleksi maupun tingginya tingkat kunjungan ke perpustakaan. Saat ini koleksi perpustakaan JIC berjumlah 6.000 buku lebih. Setiap tahun terus ada penambahan koleksi.

Anis, nama panggilan Niswati, menjelaskan koleksi bukunya bermacam-macam. Di antaranya teks fiksi dan non fiksi, buku referensi seperti Ensiklopedi, kamus, handbook, jurnal, majalah, koran dan lainnya.

Koleksi buku yang dimiliki perpustakaan ini tidak hanya tentang keislaman tetapi juga tentang sosial budaya, pendidikan, informasi komunikasi dan lainnya. Selain buku perpustakaan JIC menyediakan multimedia, perpustakaan digital.

"Anak-anak sekolah seneng memanfaatkan perpustakaan digital bahkan antri karena kita hanya mempunyai dua unit komputer. Ada juga sekeluarga datang sekalian wisata religi ke kawasan JIC yang luas, indah, asri dan aman," lanjutnya.

Anis menjelaskan rata-rata pengunjung harian perpustakaan JIC mencapai 75 hingga 100 orang. Pengunjung terbanyak adalah pada hari Jumat dan Sabtu. Kebanyakan mereka datang ke perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliah atau tugas sekolah.

Untuk menjadi anggota perpustakaan, sangat gampang dan juga gratis. Cukup mengisi formulir dan melampirkan copi KTP atau kartu pelajar.

"Perpustakaan JIC di masa depan herus menjadi perpustakaan yang berbasis digital  yang bisa diakses di mana saja dan mempunyai perangkat komputer yang memadai. Jadi pustakawan dan ahli IT berkolaborasi untuk mewujudkan ini" tegasnya.

Seorang pengunjung perpustakaan JIC, Devi, menceritakan pengalamannya berkunjung ke perpustakaan ini. Ia menyebut perpustakaan JIC bagus, ber-AC, dingin, dan gratis. "Terus petugasnya ramah dan mau membantu melayani mencarikan kebutuhan yang kita cari. Selain itu di sini kita bisa mengakses internet dengan gratis," ucapnya.

"Perpustakaan di JIC perannya sangat stretegis. Karena JIC dicita-citakan untuk membangun pusat peradaban. Salah satu sarananya adalah perpustakaan. Di sini kita bisa mendapatkan ilmu pengetahun dan informasi yang dibutuhkan insan millenial," ujar Kepala Sekretriat Jakarta Islamic Centre, Ahmad Juhandi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA