Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

ACT Bantu Korban Gempa Solok Selatan

Jumat 01 Mar 2019 18:58 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Gita Amanda

Gempa Bumi Solok Selatan: Warga menunjukan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019).

Gempa Bumi Solok Selatan: Warga menunjukan rumahnya yang rusak akibat gempa bumi di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, Kamis (28/2/2019).

Foto: Antara/Humas Solok Selatan
Relawan MRI Sumbar mengatakan tidak ada laporan korban jiwa sampai saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gempa bumi mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar), Kamis (28/2) kemarin. Saat ini tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu para korban.

Baca Juga

Dari data sementara yang didapatkan ACT di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, sekitar 30 rumah mengalami rusak sedang dan 1 orang luka ringan. Sedangkan di Nagari Sungai Kunyit 10 rumah rusak, empat di antaranya rusak berat juga dilaporkan 10 orang mengalami luka ringan.

Relawan MRI Sumbar, Falerino, mengatakan tidak ada laporan korban jiwa sampai saat ini. “Tapi kami terus pantau kondisi terkini,” ujarnya dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Jumat (1/3).

Selain di Solok Selatan, gempa juga dirasakan di Kabupaten Sijunjung, Sumbar. Gempa yang berpusat di daratan ini dirasakan oleh sebagian warga Sijunjung walau dengan intensitas rendah. Di Sijunjung, Falerino menyebut terasa gempa tapi sangat lemah, dan jaraknya sekitar 5-6 jam ke pusat gempa.

Aan Saputra, dari Tim ACT Sumbar mengatakan timnya bersama MRI Padang sedang menuju lokasi bencana. "Tim sudah berangkat pukul 14.00 WIB tadi, terdiri dari 6 personel rescue. Insyaallah tim akan bantu evakuasi korban bencana di sana," kata Aan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Rahmat Triyono, menjelaskan gempa di Solok Selatan bersumber dari aktivitas Sesar Sumatra. Gempa ini merupakan gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 10 km. Pergerakan sesar ini juga terpantau mendatar atau strike-slip.

Selain di Solok Selatan, gempa bumi juga mengguncang Kabupaten Pandeglang, Banten. Terjadi pada pukul 07.54 WIB, gempa bumi ini bermagnitudo 4,0. Walau berpusat di lautan, namun gempa ini tidak berpotensi tsunami.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA