Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

JK Minta Kader NU Tingkatkan Muamalah

Jumat 01 Mar 2019 18:07 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Karta Raharja Ucu

Jk Tutup Munas Alim Ulama Kombes NU. Wakil Presiden Jusuf Kalla memukul bedug disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kiri) dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (tengah) pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019).

Jk Tutup Munas Alim Ulama Kombes NU. Wakil Presiden Jusuf Kalla memukul bedug disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (kiri) dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar (tengah) pada penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (1/3/2019).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
JK menekankan, kader NU perlu meningkatkan muamalah atau interaksi sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) kembali menekankan kepada kader Nahdlatul Ulama untuk meningkatkan muamalah atau interaksi sosial dengan sesama. Menurut JK, muamalah menjadi bagian dari dakwah penting lainnya selain akidah (ketauhidan) dan ibadah.

"Yang masih selalu jadi masalah adalah perilaku kita, muamalah. Hubungan kita dengan Allah, saya kira, alhamdulillah meningkat, tapi hubungan antara manusia perlu diperbaiki," kata JK saat memberi sambutan dalam penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Banjar Jawa Barat, Jumat (1/3).

JK memandang tingkat keislaman di Indonesia saat ini menunjukkan pola yang semakin tinggi. Itu tampak dari pemahaman keagamaan masyarakat yang semakin menonjol.

Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti dengan dakwah tentang muamalah antara sesama. JK menyoroti hubungan antarsesama manusia dan muamalah yang saat ini makin melemah di Indonesia.

Padahal, JK menilai, baik akidah, ibadah, maupun muamalah sama pentingnya. Oleh karena itu, ia mengajak NU dan juga organisasi keagamaan lainnya, misalnya Muhammadiyah, untuk ikut memberikan pemahaman penting tentang muamalah kepada masyarakat.

"Muamalah ini yang tentu di samping ibadah dan akidah yang harus jadi dorongan bagi kita semuanya pelaksanaannya, dan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat kita semuanya," kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia tersebut.

Sebelumnya, hal serupa juga disampaikan JK saat menutup Tanwir 2019 Muhammadiyah di Bengkulu pada 17 Februari lalu. Menurut JK, Muhammadiyah yang menjadi bagian organisasi Islam memiliki peranan penting untuk perjuangan Islam.

"Tentulah menjadi bagian upaya, bukan hanya mendekatkan kepada dua hal tadi, akidah dan ibadah melainkan juga muamalah harus menjadi bagian dari perjuangan daripada kita semua yang mana dia menjadi Islam," ujar JK dalam sambutan penutupannya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA