Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Bandara Internasional Yogyakarta akan Diresmikan April

Jumat 01 Mar 2019 05:18 WIB

Red: Nur Aini

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau pembangunan Bandara NYIA  di Kulon Progo, Selasa (8/1).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau pembangunan Bandara NYIA di Kulon Progo, Selasa (8/1).

Foto: Republika/Neni Ridarineni
Bandara Internasional Yogyakarta dinilai akan tingkatkan pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO -- PT Angkasa Pura I (Persero) mengungkapkan bahwa Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta bakal diresmikan pada April tahun ini.

"Kita sekarang lagi proses penyelesaian Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Insyaallah pada April tahun ini akan diresmikan oleh bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo," ujar Komisaris PT Angkasa Pura I Ali Mochtar Ngabalin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/2).

Ali Mochtar berharap bahwa bandara baru itu akan menjadi gerbang bagi Jawa dan pintu gerbang untuk pariwisata. Menurut dia, Angkasa Pura I saat ini juga sedang menjalankan proyek perluasan Bandara I Gusti Ngurah Rai seluas 12,7 hektar.

"Dan yang ketiga adalah tambahan perluasan apron dan terminal 2 Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar," ujarnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bandara New Yogyakarta International Airport memiliki dampak berantai cukup besar, baik dari akselerasi ekonomi sekitar, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan kesejahteraan. Darmin menjelaskan keberadaan bandara internasional ini bisa meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata di wilayah Yogyakarta maupun kegiatan perekonomian di kawasan Kulon Progo dan sekitarnya.

Menurut dia, penerbangan internasional secara langsung ke Yogyakarta dapat meningkat terutama dari Cina dan India, untuk menambah kunjungan wisatawan dari dua negara tersebut.

Selain untuk mempermudah akses bagi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kata dia, konektivitas udara ini juga diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja khususnya bagi masyarakat sekitar.  Untuk itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA