Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

BCA Syariah akan Tambah 8 Cabang Tahun Ini

Kamis 28 Feb 2019 17:14 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Dwi Murdaningsih

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih berbincang dengan petugas PMI saat acara kegiatan donor darah karyawan di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Kamis (22/11).

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih berbincang dengan petugas PMI saat acara kegiatan donor darah karyawan di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Kamis (22/11).

Foto: Republika/Prayogi
Pembukaan cabang akan dilaksanakan pada kuartal kedua, persiapan dari Maret-April.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BCA Syariah optimis melakukan sejumlah langkah ekspansi pada 2019. Direktur Utama BCA Syariah, John Kosasih menyampaikan kesiapan anak perusahaan BCA tersebut sudah cukup mumpuni untuk melancarkan rencana.

John menyampaikan BCA Syariah akan menambah delapan cabang pada 2019. Termasuk pembukaan di Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Bandung, dan Kediri. Saat ini BCA Syariah memiliki 64 cabang dan menargetkan total 72 cabang pada 2019.

Baca Juga

"Pembukaan cabang akan dilaksanakan pada kuartal kedua, persiapan dari Maret-April," kata dia pada wartawan pasca paparan kinerja 2018, Kamis (28/2).

John optimistis penambahan cabang akan membawa efek signifikan pada pertumbuhan bisnis. Seperti di Aceh, BCA Syariah berencana mengakuisisi seluruh bisnis eksisting induk, BCA seiring dengan penerapan qanun.

Kebijakan daerah yang telah disahkan gubernur ini mengharuskan seluruh bank di Aceh menggunakan skema syariah sesuai dengan prinsip otonomi daerah. John mengatakan volume bisnis BCA di Aceh cukup signifikan sekitar Rp 800 miliar. Pada tahun ini diharapkan akuisisi atas bisnis konvensional itu bisa mencapai 30 persen dari total.

Transisi qanun akan berlangsung sekitar tiga tahun. Diakhir masa tersebut diharapkan seluruh akuisisi bisa rampung. Selain itu, John mengungkap rencana induk BCA menyuntikkan modal untuk membantu ekspansi. 

"Untuk ekspansi kita tentu butuh tambahan modal agar menjaga kestabilan bisnis," kata dia.

Meski demikian, jumlahnya masih belum ditentukan. John menilai suntikan modal tidak akan sampai menjadikannya langsung masuk kategori BUKU III. Saat ini, posisi modal inti BCA Syariah yaitu Rp 1,26 triliun. Untuk masuk BUKU III, perbankan harus memiliki modal inti minimal Rp 5 triliun.

John menyampaikan rasio kecukupan modal (CAR) BCA Syariah turun sekitar 5-7 persen per tahun imbas dari ekspansi berkelanjutan. Terbukti dari pembiayaan yang terus meningkat tercatat pada 2018 yakni 16 persen. Laba pun naik signifikan sebesar 22 persen secara yoy.

"Ekspansi memakan CAR yang cukup besar di saat-saat sekarang, maka memang perlu tambah modal, tapi jumlahnya belum ditentukan," katanya.

Dana tersebut digunakan untuk pembiayaan yang akan digenjot tahun ini yakni sektor konsumer. Porsi konsumer sekitar tiga persen akan ditingkatkan jadi lima persen pada 2019. John menyampaikan CAR 2019 akan dijaga sekitar 20 persen. Sehingga pembiayaan bisa tetap tumbuh leluasa tanpa menggerogoti CAR.

John optimistis ekspansi tersebut akan membawa imbas positif di masa mendatang, bahkan tahun ini. BCA Syariah pun sedang mengembangkan kolaborasi dengan induk untuk bisa akuisisi nasabah konvensional. Salah satu caranya dengan menyediakan layanan syariah juga di cabang-cabang BCA yang telah menjamur dimana-mana.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA