Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Siswa SD di Sleman Diajak Mengenal Pasar Tradisional

Kamis 28 Feb 2019 09:32 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi penjual cabai di pasar tradisional.

Ilustrasi penjual cabai di pasar tradisional.

Siswa SD sudah cukup jarang mengetahui kondisi dan interaksi sosial yang ada di pasar

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menginisiasi program Sekolah Masuk Pasar. Program itu diterapkan kepada para perwakilan Sekolah Dasar (SD).

Sosialisasi dilaksanakan langsung Disperindag didampingi Dinas Pendidikan (Disdk). Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani mengungkapkan, program Sekolah Masuk Pasar merupakan angan-angan mereka sejak lama.

Program itu memang memiliki fokus kepada para siswa SD, agar mereka mengetahui kondisi pasar tradisional hari ini. Terlebih, saat ini anak-anak SD sudah cukup jarang mengetahui kondisi dan interaksi sosial yang ada di pasar tradisional.

Interaksi tawar-menawar yang ada di pasar tradisional misalnya, bisa dibilang sudah sangat langka diketahui anak-anak. Selain itu, pasar merupakan satu dari sedikit tempat yang menghadirkan kuliner tradisional.

Padahal, itu merupakan warisan budaya dari nenek moyang, yang belakangan memang kebanyakan hanya dijual di pasar tradisional. Karenanya, jika tidak biasa untuk ke pasar, anak-anak tentu tidak mengetahui kuliner-kuliner tersebut.

"Jadi, kita ingin perkenalkan kembali salah satu warisan budaya yang saat ini masih ada, itu ada di pasar rakyat," kata Endah di Aula Koperasi Disperindag Kabupaten Sleman, Rabu (27/2).

Endah menuturkan, program Sekolah Masuk Pasar masih menyasar kepada beberapa SD dengan menghadirkan langsung Kepala Sekolah yang bersangkutan. Mereka yang akan pula menerangkan elemen-elemen yang ada di pasar.

"Nanti diperkenalkan pasar-pasar yang bisa dimasuki para siswa SD, kemudian diberi pemahaman apa saja yang perlu diketahui pembinanya atau pembimbingnya agar anak-anak itu terarah sesuai tujuan kegiatan," ujar Endah.

Adapun beberapa pasar rakyat yang mulai menjadi tujuan Sekolah Masuk Pasar di antaranya Pasar Prambanan, Pasar Cebongan dan Pasar Gentan. Pertimbangannya, kondisi pasar cukup layak dikunjungi anak-anak.

Mulai dari tidak becek atau memiliki area umum yang ramah anak serta ramah pengunjung. Pada tahap pertama, beberapa sekolah yang diundang merupakan pula seklah yang lokasinya mendekati pasar-pasar tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA