Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

TKN: Boikot Pemilu Itu adalah Tindakan Pidana

Kamis 28 Feb 2019 08:59 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

 Wakil Direktur Saksi TKN, Lukman Edy di Posko Cemara TKN,  Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2).

Wakil Direktur Saksi TKN, Lukman Edy di Posko Cemara TKN, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/2).

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Lukman minta kejahatan terhadap pemilu itu diperlakukan seperti kejahatan luar biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin angkat bicara terkait keinginan memboikot pemilu di Papua oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB). TKN mengatakan, pemboikotan terhadap pesta demokrasi lima tahunan itu merupakan tindak kriminal.

Baca Juga

"Upaya boikot terhadap Pemilu 2019 adalah kejahatan pemilu dan itu pidana, silakan aparat hukum tangkap saja," kata Wakil Direktur Saksi TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Lukman Edy di Jakarta, Kamis (28/2).

Lukman mendukung langkah aparat hukum untuk menyelidiki motif dari niatan pemboikotan tersebut. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berpendapat, kejahatan pemilu itu memiliki dampak merusak yang lebih besar dari pada kejahatan luar biasa.

Dia mengatakan, kejahatan itu dapat merusak keutuhan NKRI, dasar negara pancasila serta Bhineka Tunggal Ika. Karena itu, TKN meminta otoritas terkait untuk mengambil langkah yang sama antara kejahatan terhadap pemilu itu dengan kejahatan yang masuk dalam golongan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime.

"Walaupun kejahatan pemilu bukan extra ordinary crime, tetapi kami mendorong aparat untuk menyikapi kejahatan pemilu ini sepantar dengan extra ordinary crime," kata Lukman Edy.

Lukman mengatakan, TKN akan menugaskan saksi dilokasi guna menyelidiki fakta-fakta terkait rencana tersebut. Dia mengatakan, nantinya fakta-fakta itu menjadi bagian tim hukum TKN untuk melaporkan pada stakeholder bersangkutan.

Sebelumnya, pihak yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau dikenal juga dengan TPN/OPM menyatakan akan memboikot pemilu. Kelompok separatis itu mengaku akan berperang mulai hari ini hingga pemilu dilaksanakan di 32 distrik yang ada di wilayah Nduga.

Sementara, Wakapendam XVII/Cendrawasih, Letkol Infanteri Dax Sianturi menjamin pemilu dapat dilakukan di Nduga. Dia mengatakan, wajar jika KKSB mengatakan akan memboikot pemilu. Itu karena mereka yang tergabung ke dalam KKSB sedang dalam pengejaran pihak keamanan dan tidak mungkin bisa ikut mencoblos.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA