Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Empat Jurnalis Mendadak Dilarang Liput Makan Malam Trump-Kim

Kamis 28 Feb 2019 04:22 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu di Vietnam, Rabu (27/2).

Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu di Vietnam, Rabu (27/2).

Foto: AP
Jurnalis Reuters, AP, Bloomberg, LA Times dilarang liput makan malam Trump-Kim.

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Gedung Putih secara tiba-tiba melarang empat wartawan meliput makan malam Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, pengecualian kepada para pewarta itu diberlakukan setelah mereka mengajukan pertanyaan sensitif dalam pertemuan sebelumnya.

"Ini menyangkut sensitivitas pertanyaan-pertanyaan yang diteriakkan dalam pertemuan sebelumnya," kata Sanders, Rabu.

Di antara pertanyaan yang ditujukan kepada Trump adalah tentang kesaksian mantan pengacaranya, Michael Cohen, di Kongres. Langkah Gedung Putih membatasi akses pers dianggap sebagai tindakan pembalasan yang luar biasa oleh pemerintah AS.

Baca Juga

photo
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut, Kim Jong-un bertemu di Vietnam, 27 Februari 2019.

Secara historis, pemerintah AS dianggap telah menegakkan hak-hak jurnalis, tetapi ketika presiden tengah melakukan perjalanan ke luar negeri, hal itu dibatasi. Terutama saat ini, selama pertemuan Trump dengan Kim, pemimpin negara yang tidak memiliki pers bebas.

Pertemuan Trump dan Kim sejatinya diliput kelompok pers Gedung Putih berjumlah 13 orang. Akan tetapi, menjelang makan malam, Sanders hanya mengizinkan para fotografer dan kru televisi.

Setelah desakan keras, termasuk dari jurnalis foto yang memprotes, Sanders mengizinkan seorang reporter untuk meliput makan malam. Ia adalah Vivian Salama dari Wall Street Journal, media cetak yang tidak mengajukan pertanyaan saat makan malam. Selain itu, dua anggota kontingen media Korea Utara, seorang fotografer dan juru kamera tampak sedang meliput makan malam itu.

Sementara dua jurnalis yang telah mengajukan pertanyaan Trump dalam penampilan sebelumnya dikeluarkan adalah Jonathan Lemire dari AP dan Jeff Mason dari Reuters. Selain itu yang dikecualikan dalam liputan makan malam yakni Justin Sink dari Bloomberg, dan Eli Stokols dari Los Angeles Times.

"Tetapi kami memastikan bahwa perwakilan dari fotografer, TV, radio dan media cetak semuanya ada di dalam ruangan. Kami terus menegosiasikan aspek dari KTT bersejarah ini dan akan selalu bekerja untuk memastikan media AS memiliki akses sebanyak mungkin," jelas dia.

Sanders tidak merinci mengenai alasan pembatasan dilakukan Gedung Putih, entah karena permintaan Trump, Kim,, atau delegasi Korea Utara. Saat diminta The Washington Post untuk mengklarifikasi, Sanders merujuk pada pernyataan tertulisnya.

"Saya tidak akan mengatakan itu," katanya, menurut dua orang yang hadir untuk pertemuan.

Presiden Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Olivier Knox mengatakan, dalam sebuah pernyataan bahwa kelompok itu sangat menentang keputusan yang berubah-ubah. Termasuk mengecualikan beberapa wartawan dari pertemuan pers dengan Trump dan Kim.

"Kami menyerukan Gedung Putih untuk tidak mengizinkan pengurangan komponen pers yang telah disepakati sebelumnya untuk sisa KTT," kata Knox.

Sementara juru bicara AP Lauren Easton mengatakan, dalam sebuah pernyataan mengutuk Gedung Putih atas pelarangan liputan tersebut. “Associated Press mengutuk upaya semacam itu oleh Gedung Putih untuk membatasi akses ke presiden. Sangat penting bagi setiap presiden untuk menegakkan standar kebebasan pers Amerika, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri," tulis pihak AP.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA