Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Mengapa Curiosity NASA tidak Bisa Selamatkan Opportunity?

Kamis 28 Feb 2019 00:00 WIB

Rep: MGROL116/ Red: Ani Nursalikah

Robot The Curiosity Rover melakukan 'foto selfie' di Planet Mars

Robot The Curiosity Rover melakukan 'foto selfie' di Planet Mars

Foto: digy.com
Opportunity telah menempuh jarak 40 kilometer di Mars.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjelajah Mars, robot Opportunity telah mati. Pada 13 Februari lalu, NASA mengumumkan lapisan debu kemungkinan melapisi panel surya dan mencegahnya bergerak setelah badai debu tebal 2018 Planet Merah.

Tetapi mengapa NASA tidak bisa meluncurkan misi penyelamatan untuk membuatnya bekerja lagi? Lagipula, Opportunity bukanlah penjelajah pertama yang sampai ke Mars, dan itu bukan yang terakhir. Itu yang paling sulit.

Live Science menyiarkan, dalam 14 tahun perjalanan menakjubkannya, kemungkinan angin Mars secara berkala membersihkan panel surya. Opportunity telah menempuh jarak 40 kilometer di Mars.

Kandidat yang paling jelas untuk menyelamatkan Opportunity adalah penjelajah Curiosity, saudara muda Opportunity yang lebih besar dan bertenaga nuklir. Mengapa tidak menerjunkan Curiosity dan mengirimnya untuk melihat apa yang salah dengan Opportunity dan mungkin bisa diperbaiki?

Masalah pertama, sayangnya, adalah jarak. Menurut peta Mars NASA, situs Curiosity and Opportunity berjarak sekitar 8.400 Km satu sama lain.

photo
NASA mengirimkan kendaraan kedua bernama Opportunity, untuk mengeksplorasi Mars dan mencari tanda-tanda adanya air, pada 25 Januari 2004.
Tetapi meskipun demikian, penemu ini membutuhkan panduan konstan dari Bumi. Belum lagi penundaan lama (delay) pengiriman dan penerimaan pesan. Bahkan perjalanan beberapa kaki dapat memakan waktu berhari-hari.

Masalah kedua, Curiosity adalah penjelajah, bukan robot perbaikan. Ini akan menjadi tantangan monumental untuk menggunakan kembali instrumennya untuk membersihkan debu dari panel surya Opportunity.

Masalah terakhir adalah waktu. Bahkan jika Curiosity dapat dengan cepat menjangkau lokasi Opportunity, musim dingin Mars akan segera tiba. Kondisinya kemungkinan akan menambah kerusakan pada Opportunity karena ia tidak lagi dapat menjaga dirinya tetap hangat. Tapi siapa tahu, mungkin manusia di Mars suatu hari akan menemukannya dan berhasil mengaktifkannya kembali.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA