Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

ASN dari TNI/Polri Diimbau Kunjungi Islamic Book Fair

Rabu 27 Feb 2019 14:52 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa

Persiapan IBF 2019. Pekerja menata buku-buku yang akan di jual dalam acara Islamic Book Fair 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (26/2).

Persiapan IBF 2019. Pekerja menata buku-buku yang akan di jual dalam acara Islamic Book Fair 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (26/2).

Foto: Republika/Prayogi
Imbauan untuk aparatur sipil negara (ASN) itu disampaikan Menteri Syafruddin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengimbau aparatur sipil negara (ASN) dari institusi kementeriannya, TNI , Polri, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengunjungi Islamic Book Fair 2019 di JCC Senayan, Jakarta. Pesta buku islami itu dimulai sejak hari ini, Rabu (27/2), sampai Ahad (3/3).

Baca Juga

"Panglima (TNI), Polri, polisi-polisi, dorong ASN-nya ke sini untuk baca buku. Atau Pemda DKI Jakarta dorong itu ASN-nya. Kalau perlu, MenPAN-RB dorong ASN ke sini juga," kata Menteri Syafruddin saat meresmikan pembukaan Islamic Book Fair 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (27/2).

Dia juga mengapresiasi pihak panitia atas penyelenggaraan Islamic Book Fair yang sudah menginjak tahun ke-18. Menurut wakil ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu, tren pengunjung IBF terus mengalami peningkatan. Untuk tahun ini, jumlahnya diperkirakan meningkat 20 persen.

Selain itu, dia melanjutkan, minat baca masyarakat kini juga kian meningkat. Syafruddin optimistis hal itu dapat menjadi modal penting untuk membawa kemajuan ilmu pengetahuan di tengah akselerasi perkembangan teknologi informasi.

"Saya rasa minat baca masyarakat itu meningkat. Bahkan acara Islamic Book Fair ini akan meningkat 20 persen (pengunjungnya). Dan insya Allah pengunjungnya meningkat. Karena tidak ada suatu kemajuan pengetahuan apa pun meski teknologi makin canggih," kata mantan wakapolri itu.

Kemajuan literasi, lanjut Syafruddin, menjadi sangat penting seiring dengan berkembang pesatnya teknologi digital yang mendorong perubahan peradaban dunia dan semua lanskap secara cepat. Karena itu, budaya membaca perlu terus ditingkatkan agar mampu mengikuti arus ilmu pengetahuan dan informasi.

"Dengan begitu, cara berpikir kita jadi maju dan terbuka. Di dalam buku, terkandung mutiara-mutiara yang tak ternilai harganya. Pertumbuhan literasi jadi indikator kemajuan suatu bangsa," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA