Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Pangeran MBS Bela Langkah Kontroversial Cina di Xinjiang?

Senin 25 Feb 2019 11:27 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Teguh Firmansyah

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Foto: AP/Amr Nabil
Arab Saudi dan Cina menandatangani kerja sama ekonomi senilai 28 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Putar Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman membela tindakan keras Cina terhadap kelompok minoritas Uighur. Aksi Cina di wilayah Xinjiang menuai kritik oleh para aktivis.

"Kami menghormati dan mendukung hak-hak Cina untuk mengambil langkah-langkah kontra-terorisme dan de-ekstremisme untuk menjaga keamanan nasional," kata Putra MBS, mengatakan kepada Presiden Cina Xi Jinping, dilansir dari laman Bussiness Insider, Senin (25/2).

Komentar Putra Mahkota Mohammed datang selama perjalanan dagangnya ke Beijing pekan lalu. Arab Saudi, dan Cina menandatangani 35 perjanjian kerja sama ekonomi senilai total 28 miliar dolar AS pada forum investasi bersama.

Baca Juga

Pangeran MBS yang menjadi sorotan setelah pembunuhan kolomnis the Washington Post Jamal Khashoggi memang tidak menyebutkan nama Xinjiang atau Uighur. Namun sorotan dunia kini mengarah ke Xinjiang.

Barat menuding Cina membangun kamp khusus buat minoritas Uighur. Mereka disebut dipekerjakan secara paksa dan didoktrin oleh otoritas Cina.

Menurut statistik Departemen Luar Negeri AS, mereka dikurung di kamp-kamp pengasingan tempat orang-orang dilecehkan secara fisik, dan psikologis. Turki juga telah berbicara menentang masalah ini. 

Pemerintah di Beijing menyangkal tuduhan tersebut. Cina mengatakan, kamp ini merupakan tempat untuk reedukasi dan memberikan keahlian khusus bagi warga Uighur agar bisa mandiri.





BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA