Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Jokowi Janji Bakal Naikkan Dana Abadi Pendidikan

Senin 25 Feb 2019 09:49 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Jokowi

Jokowi

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Saat ini, alokasi dana abadi pendidikan hanya sekitar Rp 66,1 triliun

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan meningkatkan alokasi dana abadi pendidikan dan penelitian. Jokowi berjanji, akan meningkatkan dana abadi pendidikan hingga mencapai Rp 100 triliun dalam lima tahun ke depan jika kembali terpilih di Pilpres 2019. Saat ini, alokasi dana abadi pendidikan hanya sekitar Rp 66,1 triliun. Hal ini disampaikannya dalam pidato di Konvensi Rakyat di SICC, Bogor, Ahad (24/2) malam.

"Saat ini kita punya Rp 66 t. Dan akan kita tingkatkan mencapai Rp 100 t dalam lima tahun ke depan," ujar Jokowi.

Selain meningkatkan dana abadi pendidikan, Jokowi juga berjanji akan meningkatkan dana abadi penelitian dan pengembangan yang telah dimulainya.

"Kita juga memulai Rp 1 t dana abadi penelitian. Ke depan kita ingin tingkatkan hingga mencapai Rp 50 t dana abadi penelitian dan pengembangan," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyampaikan akan membentuk dana abadi untuk mendukung perbaikan kualitas perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Sehingga dapat mendorong perguruan tinggi terbaik Indonesia untuk masuk dalam peringkat terbaik dunia.

"Pada tahun 2020 kita akan mulai dengan alokasi kurang lebih Rp 10 t. Saya optimis maju. Dengan SDM premium generasi muda dan milenial akan mampu bersaing dan eksis dalam kompetisi global," ujar Jokowi.

Sebelumnya, CEO Bukalapak Achmad Zaky pernah menyinggung anggaran untuk penelitian dan pengembangan Indonesia yang kecil dibandingkan sejumlah negara lainnya. Menurut dia, alokasi anggaran riset Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia dan Singapura.

Zaky pun berpendapat keinginan pemerintah untuk mengembangkan program industri 4.0 akan sulit terwujud jika alokasi anggaran riset terlalu rendah.

Kendati demikian, dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi di Istana, Zaky mengaku data yang ia gunakan terkait anggaran pengembangan dan riset di Indonesia merupakan data lama. Ia pun meminta maaf kepada Jokowi terkait kicauannya di media sosial twitter itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA