Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Dilan 1991, Ketika Cinta Dilan dan Milea Diuji

Senin 25 Feb 2019 09:31 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Indira Rezkisari

Dilan 1991. Seluruh cast Dilan 1991 dalam konferensi pers di Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Ahad (24/2).

Dilan 1991. Seluruh cast Dilan 1991 dalam konferensi pers di Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Ahad (24/2).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Pidi Baiq terjun langsung di proses produksi pada Dilan 1991.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Max Pictures kembali mencoba peruntungan dengan merilis film Dilan 1991 pada 28 Maret mendatang. Dilan 1991 merupakan sekuel dari film Dilan 1990 yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq dengan judul yang sama.

Dilan 1991 merupakan lanjutan kisah dari film sebelumnya yang berakhir dengan ikrar cinta Dilan dan Milea. Kebahagiaan terpapar saat Dilan (Iqbaal Ramadhan) senang perasaan cintanya diterima oleh Milea (Vanesha Prescilla).

Namun ternyata kebahagiaan keduanya hanya berjalan sebentar. Masalah demi masalah terus dihadapi keduanya.

Dilan masih bergabung dengan geng motor dan membuat Milea khawatir. Milea bahkan melarang Dilan dengan ancaman akan meninggalkan Dilan.

Di sisi lain, Milea masih menjadi gadis pujaan para pria. Bahkan sepupu jauhnya, Yugo (Jeromi Kurnia) mencoba mendekati Milea dan membuat Dilan cemburu.

Film tentunya masih didominasi gombalan manis Dilan dan tangisan Milea. Sisi anak motor Dilan bedanya lebih kentara di film kedua ini.

Tidak ada pergantian pemain dari film sebelumnya. Hanya ada tambahan beberapa pemain seperti Bucek Depp, Maudy Koesnaedi, Jerome Kurnia, Ence Bagus dan Andovi Da Lopez.

Kini Pidi Baiq turun langsung pada proses produksi bersama sutradara, Fajar Bustomi. Titien Wattimena kembali didapuk untuk meramu novel menjadi naskah cerita.

Masuknya Pidi ke produksi tentu membuat film semakin terasa seperti novelnya. Titien mengakui, tidak banyak perubahan yang ia lakukan dari proses pembuatan naskah.

"Tidak susah karena novelnya sudah bagus, secara struktur bagus, secara skenario bagus," kata Titien di Cihampelas Walk, Kota Bandung, Ahad (24/2).

Dia mengakui hal tersebut membuat rasa yang ada di novel tidak hilang. Apalagi didukung dengan akting Iqbaal dan Vanesha yang semakin matang.

"Tinggal adaptasi menggunakan langkah-langkah untuk mengalihwahanakan novel ke skenario," jelas Titien.

Film ini mendapat sambutan hangat dari para penggemar Dilan. Max Pictures membuat 24 Februari sebagai Hari Dilan dengan memutar Dilan 1991 di seluruh bioskop di Kota Bandung dengan harga tiket hanya 10 ribu. Gala premiere Dilan 1991 berhasil menyedot 80 ribu penonton.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA