Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Bentrokan Venezuela, Empat Orang Tewas

Ahad 24 Feb 2019 18:48 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Demonstran menuntut bantuan bisa masuk ke Venezuela.

REPUBLIKA.CO.ID, CUCUTA -- Setidaknya empat orang tewas dan 200 orang lainnya terluka akibat bentrokan menentang pemerintah Venezuela pada Sabtu (23/2) waktu setempat. Polisi juga menahan 51 orang dalam bentrokan di perbatasan Kolombia dan Venezuela itu.

Seperti dilansir Anadolu Agency edisi Ahad (24/2), Perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Venezuela, Foro Penal mengatakan, para pengunjuk rasa  menyerukan pemerintah membuka perbatasan yang ditutup sehingga bantuan kemanusiaan Amerika Serikat (AS) ke negara Amerika Selatan ini diizinkan masuk.

Presiden Venezuela sebelum bentrokan telah memutuskan hubungan diplomatik dan politiknya dengan Kolombia. Nicolas Maduro mengatakan, dirinya tidak dapat mentolerir wilayah Kolombia digunakan untuk serangan terhadap Venezuela.

Presiden Sementara yang mengukuhkan diri, Juan Guaido mengklaim bantuan sesi pertama telah memasukki negara kaya minyak itu melalui perbatasan Brasil. Sementara, Venezuela menutup perbatasan Kolombia pada Jumat (22/2) malam.

Maduro mengatakan, akan meminta pertanggungjawaban Presiden Kolombia Ivan Duque atas kekerasan pada Sabtu 23 Februari ini. Venezuela juga telah menutup perbatasan maritimnya dengan tiga pulau Karibia Belanda termasuk Curacao, Aruba, dan Bonaire menjelang adanya operasi "bantuan asing".

Pemimpin opoisi dari Majelis Nasional itu mendeklarasikan dirinya sebagai penjabat presiden pada 23 Januari hingga pemilihan baru diadakan. Pengukuhan Guaido telah diakui oleh AS, Australia, Kanada, Columbia, Peru, Ekuador, Paraguay, Brasil, Cile, Panama, Argentina, dan Kosta Rika serta parlemen Eropa.

Sementara Turki, Rusia, Iran, Kuba, Cina, dan Bolivia menegaskan kembali dukungan untuk Presiden Venezuela Maduro. Maduro berjanji untuk memutuskan semua hubungan diplomatik dan politik dengan AS setelah pertikaian diplomatik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA