Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Metamorfosis Sang Penakluk

Jumat 22 Feb 2019 14:41 WIB

Red: Agung Sasongko

Dua patung besar Apatosaurus atau yang biasa dikenal dengan Brontosaurus di wilayah perbatasan Cina dengan Mongolia

Dua patung besar Apatosaurus atau yang biasa dikenal dengan Brontosaurus di wilayah perbatasan Cina dengan Mongolia

Foto: xinhua.net
Dahulu, Bangsa Mongol dikenal sebagai bangsa paling sadis dalam peperangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Dahulu, Bangsa Mongol dikenal sebagai bangsa paling sadis dalam peperangan. Dalam menaklukkan musuh, mereka tidak pernah se tengah-setengah. Mereka bahkan menghancurkan peradaban musuh-musuhnya.

Di bawah kepemimpinan Jengis Khan, mereka melakukan invasi ke banyak wilayah hingga sukses menguasai separuh dunia meliputi Tiongkok, Persia, Hongaria, bahkan menyerang Baghdad yang kala itu merupakan pusat pemerintahan Islam.

Membawa banyak pasukan berkuda terlatih, bangsa Mongol masuk ke Baghdad de ngan kejam. Tak hanya membantai para Muslimin tanpa ampun, mereka juga meng ambil alih semua pusat kebudayaan Islam sekaligus memorak-porandakan perpustakaan negara. Sebagian buku dibuang ke Sungai Eufrat dan Tigris hingga menghitam kan air kedua sungai tersebut, lalu sebagian lagi dibakar.

Waktu terus berputar, sampai akhirnya keadaan berubah. Pasukan Mongol yang sebelumnya melecehkan Islam justru berbalik menjadi pembela Islam yang tangguh. Beberapa keturunan Jengis Khan pun dice rita kan masuk Islam. Hal ini berkat usaha para pendakwah yang tanpa henti terus melakukan syiar. Padahal saat itu, Bangsa Mongol lebih mengenal agama Budha dan Kristen.

Seorang orientalis serta sejarawan seni Islam asal Inggris Thomas Walker Arnold dalam bukunya berjudul 'The Preaching of Islam' yang diterbitkan pada 1896, mengaku heran dengan pendakwah Islam yang waktu itu bisa menarik hati penguasa Mongol. Menurutnya, tak mudah membuat Bangsa Mongol menerima Islam karena hati mereka terlalu keras.

Apalagi sebelumnya, orang-orang Mongol tidak menerima keyakinan lain kecuali ke percayaan terhadap ruh-ruh nenek mo yang bernama Samanisme. Sejarah mencatat, raja Mongol pertama yang masuk Islam, yakni Baraka Khan atau Berke Khan, dia merupakan cucu Jengis Khan dari putranya Jochi Khan.

Perlu diketahui, Baraka memimpin wila yah Golden Horde sekitar tahun 1257 sampai 1266. Ada perbedaan pendapat mengenai wak tu Baraka Khan masuk Islam. Menurut Sejarawan al-Juzjani, Baraka menganut Islam sejak kecil, kemudian setelah dewasa belajar Alquran kepada seorang ulama di Kota Khujand.

Namun, ahli sejarah lain menyebut, Baraka menjadi Muslim ketika naik takhta. Baraka ikut dalam memperjuangkan agama Allah. Di antaranya dengan mengirim ribuan tentaranya untuk membantu Sultan Baybars di Mesir yang tengah menghadapi serangan dari Hulagu Khan dan tentara Salib. Ia juga pernah memberikan hukuman pada komunitas agama lain di Samarkand karena buruknya sikap mereka terhadap orang Islam.

Tokoh Islam lain dalam kekaisaran Mongol, yakni cucu Kubilai Khan bernama Ananda, seorang pangeran Mongol yang di asuh oleh orang Islam. Berkat jasanya meng islamkan banyak masyarakat di Tangut, ia dikenal sebagai penakluk Kerajaan Tangut di Gansu sekaligus pemilik jutaan prajurit yang seluruhnya juga beragama Islam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA