Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

Senin, 25 Zulhijjah 1440 / 26 Agustus 2019

Gerak Perpetual Temuan Insinyur Muslim

Selasa 19 Feb 2019 16:16 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim.

Ilmuwan Muslim.

Foto: Metaexistence.org
Mesin yang dibuat mengandung filosofi dan semangat pendorong kebersamaan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Proses pencarian energi yang dilakukan pada masa peradaban Islam banyak tertuang dalam risalah yang dituliskan ilmuwan muslim. Dalam sebuah risalah tertuang mesin dengan tipe gerak menerus (perpetual motion).

‘’Semua mesin yang dijabarkan dalam manuskrip itu mengandung suatu filosofi dan semangat pendorong yang harusnya dipertimbangkan bersamaan dalam setiap analisis yang serius,’‘ ungkap Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk Islamic Technology:An Illustrated History.

Baca Juga

Menurut al-Hassan dan Hill, gerak perpetual merupakan perkembangan yang wajar dalam teknologi Islam. Munculnya teori gerak itu, papar sejarawan sains, menunjukkan adanya perhatian yang sungguh-sungguh dalam pe manfaatan sumber tenaga.

Al- Hassan dan Hill menuturkan, sekitar tahun 1150 M di negara India, Bhaskara juga telah menjelaskan kincir gerak perpetual yang menyerupai salah satu dari enam kincir dalam manuskrip berbahasa Arab.

‘’Namun, teks aslinya yang ditulis dalam bahasa Arab sudah mun cul lebih awal dari yang ada di In dia,’‘ tutur al-Hassan dan Hill.

Dalam manuskrip berbahasa Arab tersebut telah digambarkan secara rinci mengenai 16 mesin tersebut, bahkan dengan pendekatan yang sama.

“Kesamaan yang terjadi dalam satu dua kincir gerak perpetual dalam teks berbahasa India bukan disebabkan oleh penyampaian gagasan dari satu budaya ke budaya lain. Meskipun pernah ada penyebaran yang cukup berarti ke Barat,” papar al-Hassan dan Hill.

Kincir gerak perpetual ini, lanjut al-Hassan dan Hill, memiliki keunikan sehingga menarik perhatian para ilmuwan Barat hingga awal abad ini. “Tampaknya teknologi tersebut ditangani secara serius sehingga beberapa tokoh ter ke nal bahkan kalangan pemerintah dibuat penasaran,” ujar al- Hassan dan Hill.

Mesin gerak perpetual secara sederhana merupakan sebuah mesin yang bekerja tanpa sumber energi dari luar atau output-nya yang lebih besar ketimbang input yang dibutuhkan. Terdapat tiga jenis mesin gerak perpetual yang dijabarkan dalam manuskrip bahasa Arab sekitar abad ke-9 atau ke-12 M. Pertama, mesin dengan pipa tertutup yang diisi air raksa sebagian dan dipasang sepanjang keliling kincir dengan sudut tertentu terhadap arah radial. Pipa-pipa tersebut tidak dipasang radial.

Ketika kincir berputar, air raksa akan bergerak di dalam pipa dari ujung yang satu ke ujung lainnya dan diperkirakan dapat menimbulkan tenaga gerak. Kedua, mesin dengan martil-martil kayu yang dieng sel di sekeliling kincir. Kincirkincir tersebut ada yang rebah, namun sebagian ada yang tegak. Akibatnya, terjadi keseimbangan antara kedua sisi sehingga kincir dapat berputar tanpa henti.

Ketiga, mesin dengan lengan bersendi banyak yang diengsel di sekeliling kincir. Lengan-lengan tersebut saling mendekat dan merapat sepanjang kincir dalam satu arah sehingga menyebabkan ketakseimbangan yang menimbulkan gerak rotasi. “Rancangan ini dan rancangan serupa lainnya, tetap menarik perhatian Eropa hingga belakangan ini. Prinsip yang terakhir inilah yang diambil oleh George Lipton di Inggris kira-kira 100 tahun lalu,” kata al-Hassan dan Hill. Begitulah, para insinyur Muslim mengembangkan dan mencari energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan mereka pada zamannya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA