Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Selasa, 16 Safar 1441 / 15 Oktober 2019

Credit Suisse dan JP Morgan

Senin 18 Feb 2019 06:39 WIB

Red: Elba Damhuri

Adiwarman Karim

Foto:
Sepintas terlihat rupiah menguat dan indeks harga saham mengalami tren naik.

Hal ketiga adalah peniup peluit palsu dan pembuat sensasi skandal. Secara teoritis dilakukan hanya beberapa pekan sebelum hari pemilihan sehingga memberikan efek kejut yang besar dan waktu yang terlalu sempit untuk memperbaikinya. Tujuannya menjatuhkan citra dan elektabilitas walaupun tidak terverifikasi. Efek kejut ini akan menjadi kerusakan permanen bila peniup peluit dan skandalnya asli. Dapat berupa harta, takhta, wanita, atau kombinasinya.

Dalam praktiknya, perlu diwaspadai whistle blower dan pembuat sensasi skandal yang berada di luar jangkauan hukum Indonesia. Perlu diwaspadai transaksi yang melibatkan pihak asing yang berpotensi menjadi whistle blower, seperti dalam kasus 1MDB.

Dengan memahami tiga hal ini, maka setiap analisis dan riset tidak berada dalam ruang hampa. Para periset memiliki tujuan penulisan memengaruhi pembacanya. Warren Buffet, legenda pasar modal dunia, dalam pertemuan tahunan Berkshire pada tahun 1994 mengatakan, “Jangan bertanya kepada tukang cukur apakah Anda perlu potong rambut.” Dengan kata lain, jangan serahkan nasib Anda agar ditentukan oleh orang lain.

Menilik lebih teliti, dampak negatif akibat tiga hal ini harus ditanggung oleh seluruh bangsa, bukan hanya salah satu kontestan dan para pendukungnya. Kepentingan bangsa harus dimenangkan dibandingkan kepuasan sesaat memenangkan kontestasi. Ibarat memperebutkan ikan ketika air laut surut tanpa menyadari akan datangnya tsunami.

Kemampuan membaca perubahan geopolitik kawasan dan menyiapkan langkah antisipasinya menjadi syarat penting melengkapi kebaikan dan kesalehan pribadi. Kemampuan menggerakkan semua anak bangsa untuk bersama menghadapi dinamika geopolitik yang semakin cepat dan kompleks merupakan kunci keberhasilan bangsa ini.

Abu Dzar RA, seorang sahabat besar yang terkenal saleh, hidup sangat sederhana dan berpengalaman bertahun-tahun berjuang bersama Rasulullah SAW. Pernah beliau sekali menawarkan diri kepada Rasulullah SAW untuk menjadi pemimpin. Bukan karena beliau menginginkan jabatan itu, tetapi semata ingin dapat lebih memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Sambil menepuk sayang pundak Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Abu Dzar, engkau adalah orang yang lemah dalam memimpin, padahal kekuasaan itu adalah amanah. Kekuasaan akan menjadi kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.”

Ya Allah, lindungilah bangsa ini, sungguh Engkau sebaik-baik pelindung.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA