Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Jelang All England, Tunggal Putra Siapkan Hal-Hal Kecil

Kamis 14 Feb 2019 05:59 WIB

Red: Endro Yuwanto

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

Foto: MGROL 115
Hendry juga meminta para pemainnya selalu menjaga mental dan strategi permainan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sektor tunggal putra pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyiapkan hal-hal kecil menjelang keikutsertaan para pemain dalam turnamen All England 2019. Turnamen Super 1000 ini akan berlangsung di Birmingham, Inggris, pada 6-10 Maret 2019.

"Untuk bermain lebih konsisten, saya rasa para pemain harus menyiapkan hal-hal kecil. Jika mereka sering mati dalam permainan net, itu harus diperbaiki. Hal lain seperti Ginting yang punya smes bagus, tapi tiga poin lalu mati. Itu hal kecil untuk menuju konsistensi," kata pelatih sektor tunggal putra PBSI Hendry Saputra di Pelatnas Cipayung Jakarta Timur, Rabu (13/2).

Hendry mengaku sudah mengantisipasi para pemainnya jika harus berhadapan dengan pemain-pemain unggulan tunggal putra dari negara lain, seperti Kento Momota, Shi Yuqi, Chen Long, atau pun Chou Tien Chen.

"Saya harus optimistis dan menyiapkan para pemain. Berhadapan dengan pemain-pemain unggulan itu tidak bisa terhindarkan. Tapi, Jonatan ataupun Anthony harus yakin sampai mereka bermain lalu bisa lolos 16 besar menuju Olimpiade," ujar pelatih asal klub Tangkas Jakarta itu.

Namun, Hendry mengaku atlet-atletnya tidak dapat dipatok selalu meraih gelar juara sebagaimana Jonatan Christie pada Asian Games 2018 atau pun Anthony Ginting pada Cina Terbuka 2018. "Pasti ada sifat fluktuatifnya. Pelatih pasti punya target dan itu kami harapkan tercapai. Tapi, ini adalah All England yang merupakan turnamen Super 1000. Atlet-atlet kami bukan tidak konsisten, tapi persaingan turnamen memang ketat. Siapa yang bisa juara tunggal putra berturut-turut?" ujarnya.

Hendry juga meminta para pemainnya untuk selalu menjaga mental dan strategi permainan selain persiapan fisik dan teknik, terutama pada turnamen tinggi seperti All England. "Saya mengharapkan Jonatan dan Anthony dapat tembus delapan besar sehingga mereka berdua lolos Olimpiade. Minimal, mereka masih bertahan pada peringkat 16 besar," katanya.

Hendry menambahkan, kedua atlet utama pelatnas PBSI itu ditargetkan tidak kalah pada putaran pertama All England 2019 dengan memberikan porsi latihan yang lebih dari sebelumnya. "Biasanya Anthony main 60 menit bisa menang. Lalu, dia main dalam Asian Games selama 90 menit dan kalah. Standar latihan pun diubah menjadi 90 menit. Tapi, atlet juga harus cerdas dalam permainan dan bukan sekadar mengandalkan fisik." katanya.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA