Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Stadion GBLA akan Diperbaiki

Rabu 13 Feb 2019 23:15 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani

Gelora Bandung Lautan Api

Gelora Bandung Lautan Api

Foto: bandung.go.id
Perbaikan berlangsung sekitar 1,5 bulan atau paling lambat 2 bulan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memperbaiki Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Hal ini menyusul adanya kerusakan dan penurunan fondasi tanah. Waki Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pihaknya ingin Stadion GBLA tetap dapat digunakan dengan baik dan aman. Berbagai upaya sudah dan akan dilakukan untuk memastikannya.

"(GBLA) Insya Allah aman (digunakan), tapi saya ingin punya keyakinan. Makanya saya akan meninjau, melihat kalau memang ternyata ada celah-celah secara kasat mata terlihat seperti retak," kata Yana seperti dalam siaran persnya, Rabu (13/2).

Ia mengatakan dalam waktu dekat berencana memeriksa langsung ke lokasi. Peninjauan akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Penataan Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, termasuk dari kepolisian. Menurutnya hasil tinjauan itu akan terlihat keretakan atau penurunan yang terjadi di GBLA. Kemudian para ahli yang kompeten dan independen akan mengkajinya. Berdasarkan laporan sementara, Adhi Karya memprediksi, perbaikan berlangsung sekitar 1,5 bulan atau paling lambat 2 bulan. Artinya sejauh ini tidak ada kerusakan yang signifikan.

"Oleh karena itu, kepada para bobotoh mohon sabar. Pemkot Bandung berkeinginan GBLA bisa digunakan dengan aman dan baik sebagaimana mestinya stadion sepak bola," tutur Yana.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SDM dan Legal PT Adhi Karya, Agus Karianto mengemukakan, berdasarkan pengalamannya, penurunan tanah sangat mungkin terjadi. Pasalnya, pembangunannya menyesuaikan dengan karakter tanah yang menjadi lokasi stadion GBLA.

"Itu kan ada pekerjaan yang menggunakan fondasi dalam dan ada yang tidak. Selasar dan tempat parkir itu tidak menggunakan fondasi dalam, hanya timbunan tanah," terangnya.

Lebih lanjut ia memprediksi, dalam jangka waktu 15 tahun ke depan penurunan tanah masih akan terus berlangsung. Hal itu karena proses pemadatan alami tanah yang ditimbunkan.

"Semua sudah dibangun sesuai prosedur. Bahkan di enam bulan awal setelah penimbunan itu ada penurunan hingga 120 cm. Memang secara teknis sudah didesain seperti itu," tutur Agus.

Menurut hasil pengamatannya, secara struktur Stadion GBLA tidak ada masalah. Namun tetap harus didukung dengan data-data dari ahli baik secara konstruksi, penurunan tanah, maupun yang lainnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA