Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Maduro Ucapkan Terima Kasih kepada Rusia

Rabu 13 Feb 2019 17:46 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Foto: EPA-EFE/Miguel Gutierrez
Rusia dinilai telah mendukung konstitusi Venezuela.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengucapkan terima kasih kepada Rusia atas dukungan yang diberikan terhadap pemerintahannya. Maduro pun mengapresiasi Moskow karena dengan tegas menentang intervensi asing dalam urusan politik negara tersebut.

"Anda melindungi negara kami. Anda secara objektif mendukung konstitusi dan menentang campur tangan (dalam krisis politik Venezuela)," ujar Duta Besar Venezuela untuk Rusia Carlos Rafael Faria Tortosa dalam pertemuan kelompok kerja komisi sementara Dewan Federasi untuk perlindungan kedaulatan negara dan pencegahan gangguan dalam urusan internal Rusia, dikutip laman kantor berita Rusia TASS, Rabu (13/2).

"Rakyat kami, pemerintah kami, dan presiden kami Nicolas Maduro sangat berterima kasih kepada Anda dan Pemerintah Rusia," kata Tortosa menambahkan.

Rusia diketahui mendukung pemerintahan Maduro dan menentang intervensi asing dalam krisis politik Venezuela. Hal itu dilakukan Rusia sejak pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara menyusul aksi demonstrasi ratusan ribu warga di sana yang menuntut Maduro mundur dari jabatannya.

Baca juga, Erdogan Bela Maduro, Trump Dukung Oposisi Venezuela.

Rusia sempat menyatakan siap memediasi pembicaraan antara pemerintah dan oposisi Venezuela. "Kami benar-benar ingin membantu menciptakan kondisi untuk dialog antara pemerintah dan oposisi. Kami sedang mendiskusikannya dengan mitra Venezuela kami, Cina, negara-negara Amerika Latin dan Eropa," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akhir Januari lalu.

Lavrov menegaskan, semua inisiatif mediasi tidak boleh memihak dan harus melibatkan spektrum luas aktor internasional. Ia yakin menciptakan kondisi bagi pihak-pihak Venezuela agar membuat kesepakatan adalah satu-satunya tujuan yang mungkin.

"Kami menyerukan oposisi untuk mengadopsi pendekatan konstruktif serupa dan meninggalkan bahasa ultimatum serta bertindak secara independen, dipandu oleh kepentingan rakyat Venezuela," ujar Lavrov.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA