Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Swasta Bisa Jual Avtur, Ini Tanggapan Pelaku Usaha

Rabu 13 Feb 2019 12:31 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Truk tangki berisi Avtur berada di dekat pesawat yang akan melakukan proses pengisian bahan bakar di bandara. ilustrasi

Truk tangki berisi Avtur berada di dekat pesawat yang akan melakukan proses pengisian bahan bakar di bandara. ilustrasi

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Pemerintah akan mencabut monopoli penjualan avtur oleh Pertamina.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BUBBM) belum mau berkomentar banyak terkait persoalan avtur yang sedang ramai dibahas hari ini. Meski pemerintah sudah membuka peluang bagi para badan usaha BBM ini untuk bisa turut menjual avtur.

Total dan AKR sebagai salah satu perusahaan penyalur BBM belum mau berkomentar banyak tentang rencana penjualan avtur ini. Meski sebelumnya, AKR memang sempat berencana untuk ikut menyuplai avtur di Indonesia.

Brand Manager PCMO & Fleet PT Total Oil Indonesia Magda Naibaho mengatakan saat ini pihak total belum bisa memberikan komentar terkait hal ini kepada media. "Kami belum bisa berkomentar tentang hal ini," ujar Magda saat dihubungi Republika, Rabu (13/2).

Senada dengan Magda, Direktur PT. AKR Corporindo Tbk, Suresh Vembu juga menyatakan belum bisa berbicara banyak terkait penjualan avtur ini. Ia mengatakan AKR bekerjasama dengan BP dalam hal ini, Suresh menyatakan untuk persoalan avtur ini AKR perlu berkordinasi lebih jauh dengan BP terlebih dahulu.

"Untuk itu, kami belum bisa berkomentar lebih jauh dulu. Kami masih harus berkoordinasi dengan rekan kami, BP," ujar Suresh kepada Republika, Rabu (13/2).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mencabut monopoli penjualan avtur oleh PT Pertamina (Persero). Jokowi menjelaskan pemerintah akan mengizinkan perusahaan minyak lain menjual avtur sehingga menyebabkan kompetisi harga.

Dia yakin banyak perusahaan minyak tertarik dalam pendistribusian avtur di Bandara Soakrno Hatta. “Saya yakin banyak yang mengantre supaya persaingan lebih sehat dan ada efisiensi, larinya ke situ,”ujarnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA