Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Netanyahu Peringatkan Iran dengan Rudal

Rabu 13 Feb 2019 15:30 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Sistem antirudal terbaru Israel yang diklaim bisa menaklukan serangan roket pejuang Palestina.

Sistem antirudal terbaru Israel yang diklaim bisa menaklukan serangan roket pejuang Palestina.

Foto: AP
Netanyahu menegaskan rudal Israel bisa bergerak dengan jangkauan yang sangat jauh.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM  -- Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran bahwa rudal Israel dapat melakukan perjalanan yang sangat jauh. Peringatan itu disampaikan Netanyahu selama kunjungan ke pangkalan angkatan laut di pelabuhan utara Haifa. 

Netanyahu mengatakan, rudal Israel bisa melawan musuh siapapun, termasuk proksi Iran di wilayah Israel. Netanyahu seolah merujuk pada gerakan Hizbullah di Lebanon yang mendapat dukungan dari Teheran.

"Kami terus bekerja sesuai dengan pemahaman kami dengan kebutuhan untuk mencegah Iran dan kuasanya yang mengakar di utara dan di wilayah kami," ujar Netanyahu seperti dilansir Al-Arabiya, Rabu (13/2).

"Kami melakukan semua yang diperlukan," Netanyahu menambahkan.

Baca juga,  Israel Tembakkan Empat Rudal ke Suriah Selatan.

Netanyahu juga sudah berulang kali mengatakan, Israel tidak akan mengizinkan Iran dan sekutunya Hizbullah untuk mengembangkan jaringannya di Suriah. Di sana Iran mendukung habis-habisan rezim Bahsar al-Assad.

Seperti diketahui, Israel telah melakukan ratusan serangan udara ke Suriah dalam beberapa tahun terakhir dengan menargetkan milisi Iran dan Hizbullah. Pada Rabu, PM Israel akan hadir dalam konferensi internasional di Warsawa yang diselenggarakan bersama Amerika Serikat (AS) dan Polandia.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bulan lalu mengumumkan konferensi dua hari tersebut akan fokus pada pengaruh destabilisasi Iran di Timur Tengah.

Selama konferensi, menantu dan penasihat Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner akan angkat bicara. Kushner dapat menawarkan petunjuk tentang proposal perdamaian AS, meski hal itu tetapi tidak diharapkan terungkap darinya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA