Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Menlu Inggris Kecam Penyerangan Wartawan di Kampanye Trump

Rabu 13 Feb 2019 09:54 WIB

Red: Indira Rezkisari

Presiden AS, Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump

Foto: EPA
Trump kerap menyerang media pemberitaan yang dinilainya tidak berimbang.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt, Rabu (13/2), mengecam serangan terhadap juru kamera BBC oleh seorang pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat pelaksanaan kampanye di El Paso, Texas. Serangan terhadap jurnalis adalah tindakan yang tidak bisa diterima.

"Menyerang jurnalis dan juru kamera hanya karena melakukan pekerjaan mereka adalah hal yang tidak dapat diterima," kata Hunt, saat ditanya SKy News apakah wajar bagi Trump untuk membangkitkan kemarahan pendukungnya terkait penyerangan terhadap juru kamera itu.

Pada Senin, seorang pria yang mengenakan topi Make America Great Again, terlihat mendorong juru kamera Ron Skeans, seperti terlihat dalam video yang ditayangkan BBC. Pria itu kemudian ditarik oleh rekannya.

Trump kerap menyerang media pemberitaan yang menurut dia melakukan peliputan yang tidak berimbang. Ia bahkan menyebut beberapa media sebagai biang berita bohong dan musuh rakyat.

Sejumlah media berita telah melakukan perlawanan. Pemimpin Redaksi New York Times A.G. Sulzberger bergabung bersama tokoh-tokoh lain dalam menyuarakan penentangan terhadap sikap Trump. Sikap itu menurut dia meningkatkan peluang kekerasan terhadap awak media baik di AS maupun di luar negeri.

"Ada masalah yang lebih luas di sini, yaitu saat 80 jurnalis tewas di penjuru dunia tahun lalu hanya karena melakukan pekerjaan mereka," kata Hunt. "Kami sangat mengkhawatirkan masalah ini."

Perhimpunan Wartawan Foto Gedung Putih mengutuk penyerangan itu dan meminta Gedung Putih, Pasukan Pengawal Presiden, serta aparat penegak hukum untuk melakukan lebih banyak upaya dalam melindungi wartawan di acara-acara Trump. Ron Skeans sendiri adalah anggota organisasi itu.

"Lebih lanjut, mengingat retorika presiden mengenai para jurnalis yang terlalu sering disalahkan dan direndahkan, kami meminta dia (Trump) untuk menahan diri dalam melakukan tindakan yang tidak perlu terhadap para jurnalis di pidatonya karena retorika semacam itu bisa memicu aksi kekerasan seperti ini," kata organisasi itu.

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, mengecam semua tindak kekerasan terhadap berbagai individu atau kelompok masyarakat termasuk awak media. "Kami meminta semua orang yang menghadiri acara seperti itu untuk bersikap tenang dan saling menghormati," katanya.

BBC melaporkan bahwa pendukung Trump mendorong Skeans dan memakinya saat acara kampanye itu. BBC melansir video penyerangan yang berujung dengan sang penyerang ditarik dan dikeluarkan dari area wartawan.

"Anda baik-baik saja?" tanya Trump setelah melihat peristiwa itu, lalu ia mengacungkan jempol ke sang juru kamera. "Semuanya baik-baik saja?"

BBC mengirim surat ke Gedung Putih, yang berisi permintaan peninjauan pengaturan keamanan bagi media yang meliput acara-acara Trump. Skeans, di sisi lain, tidak mengalami cedera serius, lapor BBC.

"Menjadi hal yang memalukan ketika ada jurnalis yang diserang saat meliput pidato presiden," kata Koordinator Program Amerika Utara Komisi Perlindungan Jurnalis Alexandra Ellerbeck dalam satu pernyataan. "Kami meminta Presiden Trump untuk melunakkan retorikanya terhadap pers dan menyatakan dengan jelas bahwa melakukan penyerangan fisik terhadap awak media tidak dapat diterima," kata koordinator lembaga nirlaba tersebut.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA