Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tiket Pesawat Mahal Versus Sektor Pariwisata

Rabu 13 Feb 2019 09:41 WIB

Red: Elba Damhuri

Daftar tarif bagasi pesawat.

Foto:
Tiket pesawat untuk perjalanan dalam negeri tidak lagi menggoda.

Dari gambaran Neraca Satelit Pariwisata Sumbar, perbandingan kontribusi wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara terhadap perekonomian daerah sekitar 1: 10. Artinya, wisatawan nusantara adalah kontributor terbesar pariwisata Sumbar. Selain itu, wisman Sumbar yang didominasi Malaysia adalah konsumen dari LCC Air Asia.

Penulis batasi pembahasan penerbangan rute domestik di Sumbar. Secara umum, penumpang maskapai penerbangan dibagi tiga kategori. Yakni, pemerintah, DPR, atau pihak terkait yang melakukan perjalanan dinas atau studi banding menggunakan APBD.

Kemudian outbound, yaitu masyarakat Sumbar yang akan bepergian keluar provinsi dengan subsegmen bisnis ataupun pribadi. Penulis skip karena kita membahas dampak pada Sumbar sebagai host ekonomi pariwisata.

Ketiga, inbound, inilah yang dimaksud dengan wisatawan. Sesuai terminologinya pada UNWTO, terbagi atas subsegmen domestik dan internasional yang masuk ke Indonesia melalui jalur bandara domestik lainnya.

Wisatawan inbound Sumbar (dari luar Sumbar) yang menggunakan maskapai penerbangan dapat disubsegmenkan menjadi tiga bagian, yaitu perantau, kelompok wisatawan, bisnis meeting incentive conference and exhibition (MICE).

Dalam istilah pariwisata, kelompok ini tergolong B-Leisure atau Business Leisure karena setelah melakukan bisnis mereka berwisata di sekitar destinasi tujuan. Biasanya, dikelola event organizer dan terkadang berkolaborasi dengan biro perjalanan.

Ketiga, kelompok wisatawan grup yang datang ke Sumbar untuk melakukan aktivitas wisata murni. Kelompok ketiga ini secara grup menggunakan jasa tour travel dan berwisata pada kurun waktu tertentu dengan kelompok tertentu.

Kelompok ini pada umumnya memiliki perencanaan matang dalam berwisata MICE sehingga cenderung melakukan early bird dalam pembelian. Pada umumnya, kelompok ini adalah nonmilenial dan cenderung tergolong senior.

Keempat solo-travellers, subsegmen khusus dengan berwisata sebagai gaya hidupnya. Subsegmen ini cukup mandiri karena melakukan perjalanan berbasis informasi elektronik atau aplikasi terkait wisata, tanpa agen wisata.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA