Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

AS dan Rusia Bahas Situasi di Venezuela

Selasa 12 Feb 2019 18:14 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Foto: AP Ariana Cubillos
Rusia tetap mendukung kedaulatan Presiden Nicolas Maduro.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan,  akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melalui sambungan telepon pada Selasa (12/2) waktu setempat. Menurut Lavrov, isi pembicaraan akan membahas situasi di Venezuela.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rusia mendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengakui pihak oposisi yang dipimpin Juan Guaido dalam kekacauan politik di Venezuela.

Baca juga, Oposisi Desak Maduro Terima Bantuan Asing.

Sejak Maduro dilantik kembali sebagai presiden, Venezuela diguncang protes besar. Ketua Majelis Nasional, Guaido mengajak rakyat turun ke jalan memprotes kepeimpinan Maduro atas keterpilihannya Mei tahun lalu yang dianggap curang.

Ketegangan pun semakin meningkat saat Guaido mengukuhkan diri sebagai presiden sementara pada 23 Januari. Langkah tersebut membuat negara-negara dunia terpecah.

Langkah Guaido didukung oleh AS, Kanada, Amerika Latin dan beberapa negara Eropa. Sementara, Rusia, Turki, Cina, Bolivia dan Meksiko cenderung mengakui Maduro.

Maduro sejauh ini menolak untuk mengizinkan truk berisi bantuan asing yang ia nilai sebagai konspirasi yang dirancang guna membuat negara tidak stabil.

"Paket bantuan memang sangat bagus di luar, tetapi di dalam, itu membawa racun penghinaan," kata Maduro. "Paket itu berusaha menutupi kejahatan mencuri sumber daya melalui blokade dan sanksi pemerinthan AS terhadap Venezuela," kata dia.

Di tengah pergulatan politik Venezuela, Hakim Mahkamah Agung Venezuela Juan Mendoza menuduh Guaido mencoba merebut kekuasaan presidensial. Mendoza mencatat bahwa konstitusi negara tidak memasukkan ketentuan apa pun untuk membentuk pemerintahan 'transisi'.

Mendoza menegaskan kembali bahwa Maduro telah terpilih kembali dengan suara 67,8 persen dalam pemilihan tahun lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA