Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Nasir: Jangan Banyak Protes, Saya Ingin Tingkatkan PTS

Selasa 12 Feb 2019 16:32 WIB

Red: Ratna Puspita

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Dari 36 PTS yang sudah terakreditasi A baru-baru ini, 13 di antaranya di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong perguruan tinggi swasta (PTS) agar meningkatkan kualitasnya untuk meraih akreditasi A. Karena itu, Kemenristekdikti meminta kerja sama dari perguruan tinggi swasta.

"Saya mendorong PTS untuk meningkatkan kualitasnya ya, jangan banyak protes, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas," katanya di Jakarta, Selasa (12/2).

Dari 36 PTS yang sudah terakreditasi A baru-baru ini, 13 di antaranya berada di Jakarta. Hal tersebut karena PTS di Jakarta ditunjang oleh ketersediaan infrastruktur, sumber daya manusia(SDM) dan teknologi yang lebih baik.

"Karena berada di ibu kota, infrastruktur yang tersedia lebih baik, masyarakatnya lebih baik, informasi mudah diakses," kata Menristekdikti.

Meski mengakui PTS di Jakarta lebih unggul, ia meyakini PTS di luar Jakarta juga mampu meraih akreditasi A dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. "Karena sekarang dengan teknologi informasi, jarak tidak menjadi masalah. Meski jauh, dengan teknologi informasi, semua bisa setara," ujarnya.

Menristekdikti menjabarkan, sejumlah upaya yang harus dilakukan PTS untuk mendapatkan akreditasi A, di antaranya harus memiliki komitmen untuk mendapatkan akreditasi A. Kemudian, PTS juga diminta memiliki sistem yang terintegrasi dalam administrasi, baik di akademik, keuangan dan lainnya.

Selanjutnya, harus ada peningkatan budaya mutu pada perguruan tinggi tersebut. "Hal itu penting karena perguruan tinggi yang telah mendapat akreditasi A berkewajiban untuk terus menjaga mutunya," tandas Menristekdikti.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA