Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Campak Mewabah, Filipina Gencarkan Kampanye Imunisasi

Kamis 07 Feb 2019 19:32 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolanda

Vaksin MMR

Vaksin MMR

Foto: AP Photo/Eric Risberg
Banyak orang tua enggan memvaksin anaknya karena polemik vaksin demam berdarah.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan kampanye imunisasi lengkap untuk anak-anak di negaranya. Hal itu dilakukan setelah Departemen Kesehatan Filipina mengumumkan munculnya wabah campak di Metro Manila. 

Juru bicara Presiden Duterte Salvador Panelo Manila mengatakan perintah tentang imunisasi dibuat selama pertemuan Kabinet pada Rabu (6/2). "Presiden memerintahkan kampanye yang gencar untuk mempromosikan imunisasi lengkap untuk anak-anak," kata Panelo, dikutip laman Inquirer, Kamis (7/2). 

Departemen Kesehatan Filipina sebelumnya menyatakan terdapat peningkatan pasien campak sebesar 550 persen di Metro Manila pada 1 Januari hingga 6 Februari jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal itu diduga terjadi karena cakupan vaksinasi di Filipina menurun menjadi 60 persen.

Penyebabnya adalah kontroversi vaksin anti-demam berdarah Dengvaxia. Akibatnya cukup banyak orang tua menolak memvaksin anak-anaknya karena takut dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.

Pekan lalu, Duterte telah mendesak para orang tua agar anak-anak mereka diinokulasi terhadap penyakit yang dapat dicegah. Dia meminta masyarakat tidak terganggu oleh polemik Dengvaxia. 

Vaksin Dengvaxia diduga telah menyebabkan beberapa kematian anak-anak di Filipina. Kepala Kantor Pengacara Publik (PAO) Persida Rueda-Acosta bahkan telah membawa kasus vaksin tersebut ke jalur hukum. PAO menilai terdapat kelalaian dari pihak pemerintah dalam menyaring calon penerima vaksin. Sebab Sanofi Pasteur (produsen vaksin) sendiri menyakan bahwa penerima yang belum terjangkit dengue akan memiliki risiko lebih tinggi terjangkit penyakit parah.

Tindakan Acosta tak ayal kian menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Filipina. Namun Menteri Kehakiman Menardo Guevarra enggan menyalahkan Acosta atas kecemasan yang ditimbulkan akibat perbuatannya. 

"Kepala PAO Acosta hanya melakukan pekerjaannya dan tentu saja tidak bermaksud menakut-nakuti masyarakat tentang kemungkinan efek negatif dari vaksinasi secara umum," ujar Guevarra. 

Guevarra mengatakan dia telah memerintahkan panel Departemen Kehakiman untuk menangani dan menyelesaikan kasus terkait Dengvaxia. "Saya telah mengerahkan panel investigasi Dengvaxia untuk menyelesaikan kasus-kasus bulan ini," kata dia. 

"Departemen, dengan dukungan Presiden, akan meluncurkan kampanye yang gencar untuk memberitahu orang-orang tentang perlunya vaksinasi guna mencegah penyakit umum seperti flu dan campak," ujar Guevarra.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA