Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Dybala Kembali Berulah

Kamis 07 Feb 2019 03:03 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Endro Yuwanto

Paulo Dybala (kiri) dan Cristiano Ronaldo.

Paulo Dybala (kiri) dan Cristiano Ronaldo.

Foto: EPA/Di Marco
Tingkat produktivitas Dybala memang menurun drastis sejak kedatangan Ronaldo.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Juventus memang berkuasa di Serie A Italia dalam tujuh musim terakhir. Musim ini pun Bianconeri berpeluang memperpanjang catatan scudetto beruntun menjadi delapan.

Namun satu hal yang kurang dari kedigdayaan La Vecchia Signora di Serie A adalah gelar top skorer atau dalam istilah sepak bola Italia gelar capocannoniere.

Terakhir pemain Juventus yang memenangkan sepatu emas Serie A adalah legenda hidup Alessandro Del Piero di musim 2007/2008. Tepat di musim perdana Juventus setelah kembali dari Serie B.

Musim ini, selain berpeluang memenangkan scudetto lagi, salah satu pemain Juventus, Cristiano Ronaldo, berpeluang memenangkan capocannoniere. Bomber yang baru saja berulang tahun yang ke-34 itu sudah membukukan 17 gol yang mengantarkan Ronaldo ke puncak daftar top skorer sementara Liga Italia. Dua gol yang dilesakkan Ronaldo ke gawang Parma Calcio akhir pekan kemarin membuatnya unggul satu gol di atas bomber Sampdoria Fabio Quagliarella.

Di saat Ronaldo sedang bergairah mengembalikan trofi capocannoniere menjadi milik Juventus, tandemnya Paulo Dybala malah berulah. Penyerang asal Argentina itu 'ngambek' saat melawan Parma.

Dybala tidak diturunkan sama sekali di Allianz Stadium. Ia keluar dari bench menuju ruang ganti seorang diri sebelum pertandingan selesai.

Biasanya Dybala menjadi trio lini depan bersama Mario Mandzukic dan Ronaldo. Kemarin pelatih Juve Massimilano Allegri mengganti Dybala dengan Douglas Costa. Hal itu disebut sebagai penyebab Dybala berulah. "Dybala sedang kehilangan kepercayaan diri," kata Allegri dikutip dari Calciomercato, Rabu (6/).

Tingkat produktivitas Dybala memang menurun drastis sejak kedatangan Ronaldo dari Real Madrid dengan mahar 100 juta euro. Umpan-umpan manja para gelandang Bianconeri seakan hanya mengarah kepada Ronaldo. Tendangan penalti pun hampir semuanya menjadi tugas CR7. Dybala tergeser menjadi striker pengumpan buat Ronaldo. Dybala selalu bermain melebar di sayap atau menjadi trequartista.

Allegri memang sudah beberapa tahun terakhir membaca kalau skill mantan penyerang Palermo itu tidak hanya sebagai penyerang tengah. Dybala cekatan menjadi gelandang serang baik itu sebagai striker kedua atau penyerang sayap. Yang namanya penyerang, wajar akan frustrasi bila tidak banyak mencetak gol. Ukuran penyerang untuk bisa bertahan di sebuah klub atau meningkatkan nilai tawar untuk pindah ke klub yang lebih baik adalah jumlah gol.

Calciomercato menganalisis tingkah kekanak-kanakan Dybala tidak akan mendapatkan sanksi. Juventus menyadari betul Dybala adalah aset penting untuk jangka panjang. Usia penyerang timnas Argentina itu masih 25 tahun. Lebih muda sembilan tahun dari Ronaldo. Calciomercato meyakini Allegri dan manajemen Juventus akan menemukan cara yang lembut supaya ada lagi senyuman dari wajah La Joya.

Dybala baru mencetak dua gol di Serie A dari 19 penampilan. Jumlah yang sangat minim. Tiga musim sebelumnya, Dybala selalu mencetak dua digit gol buat Juventus. Musim perdana pada 2015/2016, Dybala melesakkan 19 gol. Musim kedua 11 gol. Dan musim kemarin, bekas pemain Instituto itu melesakkan 22 gol.

Dua gol musim ini di Serie A dicetak Dybala saat membantu Juventus mengalahkan Cagliari 3-1 November tahun lalu dan saat Juventus mengandaskan Bologna 2-0 pada September. Terakhir kali Dybala mencetak gol buat Juventus pada laga Liga Champions mengalahkan Young Boys pada Desember 2018.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA