Wednesday, 17 Syawwal 1443 / 18 May 2022

Jawa Tengah Bakal Perbanyak Kegiatan Berskala Internasional

Rabu 06 Feb 2019 18:29 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq

Sejumlah pengunjung di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Sejumlah pengunjung di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah.

Foto: Antara/Anis Efizudin
Pariwisata tidak hanya soal tempat yang indah atau destinasi yang menarik.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bakal memperbanyak berbagai kegiatan berskala internasional di berbagai destinasi wisata. Strategi ini dilakukan guna mendongkrak kembali angka kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah setempat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung Nugroho mengatakan, kegiatan berskala internasional yang digelar di destinasi wisata sudah terbukti menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara.

“Oleh karena itu, strategi ini akan digunakan Jawa Tengah dalam rangka membidik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara,” ungkapnya, di Semarang.

Sinung mengakui, penurunan kunjungan wisatawan mancanegara hingga 13,37 persen terjadi pada  2018 dibandingkan dengan kunjungan wisatawan mancanegara di 2017. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Antara lain, karena setelah Februari 2018, Bandara Adi Soemarmo, Solo, yang tidak melayani penerbangan internasional lagi. Termasuk banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia juga memengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara.

Khusus di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, masih jelas Sinung, juga dipengaruhi oleh belum tuntasnya revitalisasi di Kota Lama, yang dalam beberapa tahun terakhir cukup diminati oleh wisataan mancanegara.

“Pariwisata ternyata tidak hanya soal tempat yang indah atau destinasi yang menarik. Namun, yang menjadi ‘ruh’ dari pariwisata adalah kegiatan yang digelar di tempat-tempat pariwisata tersebut,” lanjutnya.

Ia mencontohkan di 2017 lalu, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang, Solo, mampu melampaui jumlah kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan. Pada 2017, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang mencapai 2,5 juta orang.

Jumlah ini hanya terpaut sekitar empat juta wisatawan dengan pengunjung Candi Borobudur yang mencapai 2,9 juta wisatawan pada tahun yang sama. Sementara wisatawan yang berkunjung ke Candi Prambanan hanya sebanyak 910 ribu pebgunjung.

Padahal, masih jelas Sinung, Taman Balekambang hanya destinasi wisata biasa saja. Namun karena banyak kegiatan yang sering digelar, sehingga menyedot lebih banyak wisatawan dibandingkan dengan Candi Prambanan.

Kegiatan yang rutin digelar di Taman Balekambang adalah Sendratari Ramayana. “Selain itu, setiap hari libur juga pasti ada kegiatan di taman itu sehingga menarik banyak kunjungan wisata,” tegasnya.

Belajar dari pengalaman ini, Disporapar Jawa Tengah akan melakukan kebijakan-kebijakan baru dalam peningkatan kunjungan wisatawan. Yakni dengan mendorong banyak  kegiatan  di sejumlah destinasi wisata di Jawa Tengah.

Ia juga mengatakan, guna mendukung tingkat kunjungan wisatawan domestik, pengembangan pariwisata yang berbasis masyarakat juga akan terus ditingkatkan pada 2019 ini.

Disporapar mengajak siapapun yang memiliki ide atau kegiatan yang potensial untuk mendorong kunjungan wisata. Selain itu, dinasnya juga akan memaksimalkan industri kreatif dan promosi wisata dengan sosial media.

Melalui strategi ini, Pemprov Jawa Tengah menargetkan kunjungan 1,2 juta wisatawan mancanegara pada 2019. Sedangkan untuk kunjungan wisatawan domestik ditargetkan bisa mencapai 40 juta lebih.

“Kami optimistis target itu akan tercapai. Kami sudah siapkan sejumlah kegiatan internasional maupun kegiatan berskala nasional baik dari kabupaten/kota maupun Pemprov Jawa Tengah,” lanjut Sinung.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga meminta Disporapar Jawa Tengah untuk menggenjot gelaran kegiatan berskala internasional. Sebab kegiatan semacam ini akan mampu menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Jawa Tengah.

Kiat ini, kata gubernur harus didukung dengan promosi yang masif dan intens. Strateginya tidak hanya mengajak wisatawan mancanegara ke objek-objek wisata terkenal saja seperti Prambanan dan Borobudur.

“Tetapi mereka juga bisa diajak ‘piknik’ ke banyak tempat wisata di Jawa Tengah yang lainnya. Kan kita punya banyak destinasi wisata yang menarik,” katanya.

Apalagi, lanjut gubernur, dukungan infrastruktur di Jawa Tengah sudah semakin bagus. Pelabuhan dan bandara internasionalnya ada di Semarang, maka daerah di sekitar Semarang juga harus ditawarkan.

Apalagi, dengan lancarnya transportasi dengan dukungan jalan tol saat ini, bisa juga wisatawan asing diajak berkeliling Jawa Tengah. Dengan adanya tol sekarang Semarang-Solo yang hanya memakan waktu tempuh satu jam.

Maka bisa saja wisatawan mancanegara dibawa ke Solo, Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, Pekalongan, atau kota lainnya. “Kalau ini bisa dilakukan, maka pariwisata di Jawa Tengah yang lain juga akan terdongkrak,” jelas gubernur.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA