Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Tetap Sehat Selama Pesta Imlek

Rabu 06 Feb 2019 11:28 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Berbagai makanan nikmat kerap tersaji saat perayaan Imlek.

Berbagai makanan nikmat kerap tersaji saat perayaan Imlek.

Foto: EPA
Perbanyak buah dan sayur agar menutup keinginan makan lain saat pesta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun baru Imlek mungkin sudah berakhir kemarin. Tapi masih ada berbagai rangkaian acara hingga Cap Go Meh. Perayaan tahun baru berhubungan dengan pesta dan pesta biasanya berhubungan dengan makan enak.

"Ketika seseorang punya uang biasanya akan juga menggunakan uang untuk mencari kuliner yang enak. Oleh karena itu bisnis kuliner juga terus meningkat karena para pebisnis akan mengejar untuk menciptakan makan enak dan makan enak sekali," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof Ari Fahrial Syam, Rabu (6/2).

Apalagi di era media sosial saat ini ketika ada restoran baru dengan makanan yang enak dan dikemas dengan restoran yang nyaman. Pengunjung langsung ramai. Kalori yang masuk jadi tidak terhitung, kalah dengan keinginan mencicipi tempat baru.

Bagi sebagian besar masyarakat makan enak adalah makan dengan lauk pauk yang melimpah, sea food yang tinggi purin dan kolesterol, makanan yang tinggi lemak dan yang gurih-gurih dan asin karena tambahan penyedap khususnya Monosodium Glutamat (MSG). MSG dan makanan tinggi garam harus dihindari bagi masyarakat yang mempunyai masalah dengan tekanan darahnya.

Secara umum kue yang menjadi favorit dalam pesta-pesta tahun baru umumnya kue-kue yang mengandung cokelat dan keju yang berlebihan. Walau sebenarnya kue yang populer dalam perayaan Imlek adalah kue keranjang yang sebagian besar mengandung tepung beras dan gula jawa.

"Saya kebetulan tinggal di perumahan yang 95 persen orang Tioghoa dan melihat bahwa mereka yang kebetulan tidak keluar kota lebih memilih untuk makan di luar rumah di restoran-restoran dan food court di mal sekitar kompleks," ungkap Prof Ari.

Kondisi makan dengan tinggi lemak, tinggi kolesterol dan tinggi purin serta asin-asin jelas merupakan makanan yang tidak sehat. Terutama bagi masyarakat yang sudah mempunyai masalah berupa kolesterol tinggi, kadar asam urat yang tinggi, obesitas, hipertensi, penyakit Diabetes Melitus atau kelompok masyarakat dengan riwayat keluarga dengan kondisi-kondisi yang sebutkan tadi.

"Kita juga harus maklum bahwa obesitas dan penyakit kencing manis menjadi seseorang berisiko tinggi untuk terkena kanker," tambahnya.

Pesta pasti akan dilalui tinggal bagaimana bersiasat agar tubuh tetap sehat, tetap perhatikan makan, konsumsi sayur mayur dan buah-buahan. Prof Ari menegaskan, buah dan sayur mayur akan membuat lambung cepat penuh hingga cenderung tidak akan menambah makan lagi. Serat yang terkandung dalam sayur dan buah-buahan akan mengurangi asupan gula dan kolesterol di usus halus, memperlancar buang air besar (BAB) di mana banyak mengonsumsi makanan yang berlemak cenderung membuat sembelit, banyak minum dan tetap berolahraga.

"Pesta juga tidak selalu penuh dengan makan enak. Karena makna pesta adalah berkumpul dan saling bertemu," ujar Dekan FKUI tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA