Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Tim Panelis Uji Kelayakan Cawagub DKI Bertemu Tokoh Jakarta

Senin 04 Feb 2019 14:04 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Andri Saubani

Ketua DPW PKS DKI Jakarta - Syakir Purnomo

Ketua DPW PKS DKI Jakarta - Syakir Purnomo

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Tim Panelis mendengarkan masukan para pakar dan tokoh terkait cawagub DKI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai uji kelayakan pada Ahad (27/1) lalu berlangsung, para Tim Panelis Uji Kelayakan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta melakukan pertemuan diskusi atau Forum Group Discussion (FGD) dengan beberapa tokoh Jakarta. Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo berharap, hasil FGD itu dapat menjadi bahan pertimbangan para tim panelis.

"Dan hasil dari FGD ini ke depannya akan digunakan sebagai bahan pertimbangan panelis dalam mengusulkan dua dari tiga nama cawagub kepada pimpinan partai pengusung," kata Syakir dalam siaran pers yang diterima Republika, Senin (4/2).

Syakir menjelaskan, FGD ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Uji Kelayakan Cawagub. Hal ini ditujukan untuk mendengarkan masukan dari para pakar, yakni pakar perkotaan, pebisnis, asosiasi LSM, serta pengamat kebijakan publik.

Adapun, tokoh-tokoh Jakarta yang hadir dalam FGD pada Ahad (3/2) lalu di Hotel Aston Priority antara lain pengamat kebijakan publik Amir Hamzah, Ketua Dewan Kehormatan PWI Kamsul Hasan, pengamat Tata Kota Yayat Supriatna, dan akademisi Budi Wibowo. Lalu hadir juga pengusaha Sugianto, Serikat Pedagang Pribumi Sejahtera Rakhmat, dan humanika M Sidik.

"FGD ini diadakan untuk menindaklanjuti hasil Uji Kelayakan yang sudah diadakan sepekan sebelumnya untuk memberikan masukan dan rekomendasi, untuk kebaikan Jakarta,” kata Syakir.

Sebelumnya, Ketua Bidang Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif mengatakan Uji Kelayakan memiliki bentuk kualitatif. Ketiga cawagub dinilai mengenai pemahaman tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan isu-isu Jakarta.

"Fit and proper test ini bentuknya adalah kualitatif ya pemamahan tentang RPJMD, tentang isu ke-Jakartaan. Terus bagaimana solusinya, dan seterusnya.Itu dipaparkan oleh mereka, ketiga orang itu," jelas Zakaria beberapa waktu lalu.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA