Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Presiden Iran Tuding AS Berkomplot Lawan Maduro

Ahad 03 Feb 2019 06:54 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Foto: EPA-EFE/Miguel Gutierrez
AS mendukung pemimpin oposisi jadi presiden sementara Venezuela.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Iran Hassan Rouhani menuding Amerika Serikat berkomplot melawan pemerintahan Venezuela yang dipimpin Nicolas Maduro dan rakyatnya. Meski begitu dia meyakini rakyat Venezuela punya kemampuan untuk menggagalkan upaya perlawanan baik dari oposisi maupun dari dunia internasional.

"Kami percaya rakyat Venezuela dengan persatuan dan solidaritas bersama-sama pemerintah, akan menggagalkan perlawanan seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya," kata Rouhani dalam pertemuan dengan Duta Besar Venezuela, Carlon Antonio Alcala Cordones, dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (3/2).

Menurut Rouhani, AS memang menentang seluruh revolusi populer dan "negara-negara merdeka" yang ingin mendikte dominasinya di seluruh dunia. Di sisi lain, Dubes Venezuela di Iran, Cordones memuji dukungan yang datang dari pemimpin Iran.

Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang kemudian berujung pada pemboikotan oposisi. Ketegangan meningkat pada 23 Januari ketika Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Guaido menyerukan protes baru pada Sabtu (26/1) kemarin yang menuntut Maduro menyerahkan kekuasaan setelah sepekan protes massa sporadis. Putaran demonstrasi terakhir berlangsung pada Rabu kemarin. Amerika Serikat, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin telah mengakui Guaido, presiden Majelis Nasional, sebagai pemimpin sah Venezuela.

Namun Maduro menolak seruan mundur. Maduro menuduh AS mengatur kudeta terhadap pemerintahnya. Tapi dia juga terbuka kemungkinan untuk berdialog dengan oposisi, tetapi bukan pemilihan nasional yang baru.

Rusia dan Cina sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido, dan mengutuk campur tangan internasional dalam urusan Venezuela. Turki dan Iran juga menaruh perhatian pada Maduro.

Di sisi lain, AS juga telah melakukan kampanye internasional untuk memberikan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara Venezuela dan usaha patungan dengan mitra Nikaragua. Hal itu memperingatkan adanya dampak yang serius jika Guaido dilukai.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA