Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sukabumi Goda Penggemar Durian

Ahad 03 Feb 2019 00:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Warga memakan durian di Festival Duren Duren 2 Cikakak Kabupaten Sukabumi Jumat (1/2). Kegiatan tersebut untuk mengenalkan durian lokal Sukabumi.

Warga memakan durian di Festival Duren Duren 2 Cikakak Kabupaten Sukabumi Jumat (1/2). Kegiatan tersebut untuk mengenalkan durian lokal Sukabumi.

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Sukabumi akan menjadikan durian sebagai ikon kabupatennya.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadikan buah durian (Durio zibethinus) sebagai ikon kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali tersebut. Sukabumi mempunyai berbagai jenis yang tidak ditemukan di daerah lain.

"Kami ingin ke depannya durian ini menjadi buah ikon Kabupaten Sukabumi, sehingga wisatawan atau penikmatnya bisa datang ke Sukabumi jika ingin menikmati durian," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Sabtu.

Menurut Marwan, di Sukabumi terdapat banyak jenis durian yang kualitasnya tidak kalah dibandingkan daerah lain. Durian si sake, gandaria, dan coklat termasuk di antaranya.

Marwan berencana mematenkan nama-nama durian unggulan daerah ini agar bisa diakui di tingkat nasional. Ia terinspirasi dari nama durian petruk yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah.

Baca Juga

Awalnya, Sukabumi terkenal dengan durian gandarianya karena memiliki tekstur yang kenyal, harum, manis, tebal dagingnya dan bijinya kecil. Tetapi sekarang ada beberapa jenis durian lainnya seperti si coklat yang kualitasnya di atas durian gandaria.

"Saya dari dulu merupakan pecinta durian dan sudah datang ke sentra-sentra durian, baik di dalam dan luar negeri, tetapi rasanya kalah dengan durian asli dari Kecamatan Cikakak seperti si coklat dan gandaria. Kami bisa jamin durian dari Sukabumi ini pasti membuat ketagihan," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Sudrajat mengatakan penamaan sedang diurus oleh pihaknya agar nama durian dari Kabupaten Sukabumi bisa mendapatkan hak paten. Ia mengungkapkan durian dari Kecamatan Cikakak saat berbuah langsung dipesan oleh penikmat raja buah tersebut dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan digemari oleh wisatawan mancanegara.

Sudrajat mengakui harga durian Sukabumi memang cukup mahal dibandingkan durian pada umumnya. Durian gandaria ditawarkan mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1 juta.

"Tetapi ternyata penikmatnya tidak pernah ada yang kecewa," ungkapnya.

Demikian juga dengan si coklat. Sudrajat menjelaskan durian ini tidak mengandung alkohol.

Dinas Pertanian Sukabumi pun bertekad menambah luasan perkebunan durian. Selama ini, sentra durian hanya di wilayah Kecamatan Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan dan Cikidang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA