Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Warga Ingin Tarif MRT di Bawah Rp 10 Ribu

Kamis 31 Jan 2019 17:58 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Esthi Maharani

Seorang petugas keamanan berjalan di dalam kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Seorang petugas keamanan berjalan di dalam kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Tarif MRT akan diumumkan pada pertengahan Februari 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga DKI Jakarta menanti pengoperasian moda transportasi baru yakni kereta Moda Raya Terpada (MRT) fase 1 dengan rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Mereka menginginkan tarif MRT di bawah Rp 10 ribu.

Salah satunya warga Cilandak, Jakarta Selatan, Rezky Aprilia (29) yang bekerja di kawasan Jakarta Pusat. Ia berharap tarif MRT berada di kisaran Rp 8.500 dan tak lebih dari Rp 10 ribu. Akan tetapi, besaran tarif tersebut harus diimbangi dengan fasilitas terbaik.

"Rp 8.500 tetapi kan aksesnya cepat ya dibanding angkutan lainnya. Harus sesuai juga sama fasilitas yang dikasih ke konsumen. Fasilitasnya harus bagus, transportasinya harus bagus, tidak mengecewakan," ujar Rezky kepada Republika, Kamis (31/1).

Bagi dia, kehadiran MRT menjadi solusi transportasi umum yang dapat mengantarkan dirinya dari rumah ke tempat kerja. Pasalnya, saat ini ia harus menggunakan beberapa angkutan untuk sampai di tujuan seperti ojek daring dan bus Transjakarta.

Hal senada juga diungkapkan Pebby (24), menurutnya tarif MRT tidak boleh lebih dari dua kali lipat tarif bus Transjakarta ataupun kereta rel listrik commuter line. Ia mengatakan, tarif MRT tidak boleh lebih dari Rp 8.000.

"Kan tarif Transjakarta Rp 3.500, KRL itu Rp 3.000, jadi enggak boleh lebih dari dua kali lipat dari itu, kalau lebih sudah mahal," kata Pebby.

Menurut Pebby, harga yang di atas tarif transportasi umum lainnya saat ini, karena MRT mampu menawarkan waktu yang lebih cepat. Transportasi berbasis rel itu, lanjut dia, akan menghindari dari kemacetan ibu kota apalagi ketika waktu berangkat dan pulang kerja yang lebih padat.

"Tarifnya lebih tinggi ya enggak apa-apa asal lebih cepat sampai ke tujuan. Paling penting juga, pihak MRT harus menjamin fasilitas, keamanan, dan kenyamanan penumpang," jelas Pebby.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, besaran tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sudah dalam proses akhir dan akan diumumkan pada pertengahan Februari 2019. Menurut dia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah melakukan penghitungan tarif MRT berdasarkan usulan PT MRT Jakarta.

"Saat ini tarif sedang di dalam proses akhir untuk kita menentukan penghitungan-penghitungan semua sudah selesai sebetulnya. Sekarang kalau nilainya nanti kita umumkan Februari pertengahan atau akhir," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (31/1).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA