Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

95 Persen Anggota Aprindo Beralih Sistem Penjualan Online

Selasa 29 Jan 2019 13:39 WIB

Red: Nidia Zuraya

Kerua Umun Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey.

Kerua Umun Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey.

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Ritel di Indonesia saat ini sudah mentransformasikan bisnisnya ke toko online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 95 persen anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) disebut telah bertransformasi ke sistem daring. Langkah ini dilakukan untuk mendukung bisnis mereka di era digitalisasi.

"Ritel di Indonesia saat ini sudah mentransformasikan bisnisnya tidak hanya ke toko fisik tapi juga ke online store. Anggota kami sekitar 600 anggota dengan 40 ribu toko fisik itu sudah 95 persen mentransformasikan bisnisnya ke online," kata Ketua Aprindo Roy Mandey dalam jumpa pers Konferensi Future Commerce Indonesia 2019 di Jakarta, Selasa (29/1).

Adapun sisa 5 persen itu, lanjut Roy, merupakan pemain lokal yang tumbuh dan berkembang dengan kondisi toko fisik dan masih enggan bertransformasi karena merasa yakin dengan kondisi tersebut.

"Selalu kami yakinkan mereka untuk tidak hanya punya toko offline tapi juga punya online. Toko fisik juga masih perlu karena tetap saja ada yang butuh melihat secara fisik," ujarnya.

Menurut Roy, masuknya ritel offline ke sistem online baik melalui e-commerce atau marketplace disebabkan karena tingginya permintaan konsumen. "Tidak hanya (permintaan) millenials, tapi juga oleh para baby boomers (generasi yang lahir dengan rentang tahun lahir 1946-1964)," tuturnya.

Lebih lanjut, Roy menyebut pengusaha saat ini tidak mungkin bisa menolak digitalisasi. Pasalnya, selain harus mengikuti tren yang ada, digitalisasi dinilai dapat mendongkrak pertumbuhan atau pencapaian target omzet ritel.

"Digitalisasi adalah keniscayaan, makanya kita harus serap. Kami harap peran digitalisasi semakin baik, artinya jadi punya aturan, bukan semakin tak punya aturan," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA