Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Guaido Minta Inggris Tutup Akses Cadangan Emas untuk Maduro

Senin 28 Jan 2019 15:48 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Foto: AP Ariana Cubillos
Maduro sedang berupaya menjual cadangan emasnya.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido meminta pemerintah Inggris untuk menutup akses cadangan emas yang disimpan di Bank of England kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Hal tersebut diungkapkan Guaido dalam sebuah surat yang dikirim kepada Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dan Gubernur Bank of England, Mark Carney.

Dalam surat tersebut, Guaido menyatakan, para pejabat pemerintahan Maduro tengah berupaya untuk menjual cadangan emas yang disimpan di Bank of England. Adapun hasil penjualan emas tersebut nantinya akan masuk ke bank sentral Venezuela.

"Saya menulis surat ini untuk meminta anda menghentikan transaksi tidak sah ini. Jika uang itu ditransfer, maka akan digunakan oleh rezim Nicolas Maduro untuk menekan dan bertindak brutal terhadap rakyat Venezuela," tulis Guaido dalam suratnya.

Diketahui, sejak tahun lalu pemerintahan Maduro telah berupaya untuk mengembalikan emas dari bank sentral Inggris ke bank sentral Venezuela. Kepemilikan emas tersebut nilainya melonjak menjadi sekitar 1,3 miliar dolar AS, setelah bank sentral Venezuela menutup kesepakatan pertukaran emas dengan Deutsche Bank. Namun, hingga berita ini diturunkan, bank sentral Inggris dan kantor perdana menteri tidak memberikan komentar.

Baca jaga, Maduro Venezuela akan Selamat dari Upaya Kudeta.

Venezuela kini sedang berusaha untuk memulihkan hiperinflasi yang mendekati 2 juta persen setiap tahun. Keruntuhan ekonomi telah memicu munculnya eksodus sekitar tiga juta orang sejak 2015.

Adapun terpilihnya Presiden Maduro telah menimbulkan reaksi dunia. Sebagian besar kelompok negra-negara barat dan Amerika Latin menilai kepemimpinan Maduro dapat merusak tatanan demokrasi.

Sementara itu, sebagian besar negara di dunia mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela yang sah. Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) meminta dunia untuk memutuskan hubungan finansial dengan pemerintahan Maduro.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA