Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Saturday, 20 Rabiul Akhir 1442 / 05 December 2020

Awas, Goreng-gorengan Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini

Senin 28 Jan 2019 03:48 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

makan gorengan (ilustrasi).

makan gorengan (ilustrasi).

Foto: Republika/Amin madani
Hubungan gorengan dengan risiko kematian dini terbukti kuat termasuk masalah jantung

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makanan yang digoreng memang terasa lebih lezat dan menggugah selera. Namun bila dikonsumsi secara berlebihan, makanan yang digoreng dapat memicu timbulnya beragam masalah kesehatan bahkan meningkatkan risiko kematian.

Hubungan antara konsumsi makanan yang digoreng dengan risiko kematian diungkapkan dalam sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari University of Iowa. Penelitian ini melibatkan parrtisipan perempuan asal Amerika Serikat berusia di atas 50 tahun.

Para partisipan diminta untuk mengisi kuesioner yang berisikan detail kebiasaan makan. Para partisipan diminta untuk mengungkapkan jenis makanan gorengan spesifik beserta jumlah konsumsinya.

Baca Juga

Dari data-data ini, tim peneliti membagi makanan gorengan yang biasa dikonsumsi para peserta k dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah ayam goreng tepung, kategori kedua adalah ikan dan makanan laut goreng, lalu kategori ketiga adalah jenis-jenis makanan gorengan lain seperti kentang goreng, taco hingga chip tortilla.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Hubungan konsumsi makanan yang digoreng dengan risiko kematian akibat masalah jantung juga diketahui sangat kuat.

Setelah mempertimbangkan beberapa faktor lain seperti gaya hidup hingga tingkat pendidikan, tim peneliti menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi setidaknya satu porsi makanan gorengan per hari memiliki risiko kematian delapan persen lebih tinggi dibandingkan orang-orang yang tidak mengonsumsi makanan gorengan.

Dari beragam jenis makanan yang digoreng, tim peneliti juga menemukan bahwa ayam goreng tepung memiliki dampak lebih besar terhadap risiko kematian. Partisipan yang mengonsumsi setidaknya satu porsi ayam goreng tepung per hari dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 13 persen akibat berbagai penyebab dan meningkatkan risiko kematian sebesar 12 persen akibat masalah jantung dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi makanan gorengan.

Tim peneliti juga mengungkapkan bahwa konsumsi satu porsi ikan maupun kerang goreng per hari dapat meningkatkan risiko kematian akibat berbagai hal sebesar tujuh persen. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 13 persen akibat masalah jantung.

"Mengurangi konsumsi makanan gorengan, khususnya ayam goreng tepung dan ikan atau kerang goreng, dapat memberi dampak klinis yang berarti bagi spektrum kesehatan masyarakat," papar tim peneliti seperti dilansir Medical News Today.

Meski begitu, tim peneliti menekankan bahwa hasil penelitian ini mungkin tak berlaku untuk populasi berbeda. Pasalnya penelitian atau studi observasi ini secara spesifik hanya berfokus pada perempuan di Amerika Serikat.

Terlepas dari itu, membatasi konsumsi makanan yang digoreng dapat memberi dampak baik bagi kesehatan. Alasannya, sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi makanan gorengan secara berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan mempengaruhi kesehatan kardiovaskular.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA