Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Friday, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 January 2020

Maduro Berikrar Melawan Upaya Kudeta Rezim Boneka AS

Sabtu 26 Jan 2019 21:18 WIB

Red: Andri Saubani

Nicolas Maduro

Nicolas Maduro

Foto: EPA-EFE/Miguel Gutierrez
Maduro mengatakan, Venezuela mesti menyelesaikan masalah dalam negerinya sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Presiden Venezuela berikrar akan mengalahkan 'kudeta' terhadap kedaulatan Venezuela, demikian laporan media lokal. Ia menyatakan, media internasional telah melancarkan tekanan atas Venezuela dan memanipulasi fakta mengenai negara Amerika Selatan itu.

"Kami akan mengalahkan kudeta yang bermaksud ikut campur dalam urusan politik, menyingkirkan kedaulatan Venezuela, dan mendirikan rezim boneka buat kepentingan AS dan sekutunya di dunia Barat," kata Nicolas Maduro pada Jumat (25/1) malam dalam satu taklimat di Istana Presiden Miraflores di Caracas.

Maduro mengatakan, Venezuela mesti menyelesaikan masalah dalam negerinya sendiri tanpa campur tangan imperialis AS. Maduro juga menyerukan dialog nasional, yang dapat membantu Venezuela.

Secara terpisah, Juan Guaido --Ketua Majelis Nasional, yang dipimpin oposisi, di Venezuela dan mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden, mengatakan, demonstrasi akan berlanjut sampai Maduro meletakkan jabatan. Guaido juga meminta dukungan militer Venezuela.

Pemerintah Venezuela menyatakan, Guaido secara diam-diam bertemu dengan pemimpin Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) Diosdado Cabello di satu hotel Caracas pada 22 Januari. Menteri Komunikasi dan Penerangan Venezuela Jorge Rodriguez telah menyiarkan rekaman pertemuan tersebut dari hotel Caracas.

Venezuela telah diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Maduro diambil sumpahnya untuk masa jabatan kedua setelah boikot pemungutan suara oleh oposisi. Pada Rabu (23/1), Guaido mengumumkan diri sebagai Penjabat Presiden.

Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden negeri tersebut. Maduro dengan cepat membalas, dengan memutus hubungan diplomatik dengan AS dan memberi diplomat AS waktu 72 jam untuk meninggalkan negeri itu.

Maduro telah berulangkali mengecam AS, dan mengatakan Washington melancarkan perang ekonomi melawan dia dan pemerintahnya di tengah aksi kampanye luas. Brazil dan Organisasi Negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya. Argentina, Kanada, Chile, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama dan Paraguay telah mengikuti tindakan itu.

Sementara, Bolivia dan Mexico terus mengakui Maduro. Beberapa negara Amerika Selatan, Rusia dan Turki juga telah menyampaikan solidaritas buat Maduro.

sumber : Antara/Anadolu-OANA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA