Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

TGB: TKN Selalu Kampanye Positif

Sabtu 26 Jan 2019 19:58 WIB

Rep: Agus Raharjo/ Red: Gita Amanda

Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsyi
Fokus tim pemenangan adalah meyakinkan masyarakat untuk kembali memilih Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menuturkan, pihaknya selalu menggunakan kampanye positif untuk menarik simpati masyarakat. Menurutnya, relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf sudah mengantongi konten data dan fakta kinerja Jokowi untuk dikampanyekan.

TGB mengaku TKN tak terganggu dengan peredaran Tabloid Indonesia Barokah. “Intinya kita punya garis, kampanye kita harus konten positif, kita bicara setelah apa yang dilakukan Pak Jokowi dan apa-apa yang akan dilakukan periode kedua," ujar TGB, Sabtu (26/1).

Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengakui belum mengetahui isi konten tabloid tersebut. Namun, TGB memastikan tim Jokowi tidak akan terpengaruh dengan muatan di Indonesia Barokah. Ia menilai fokus tim pemenangan adalah meyakinkan masyarakat untuk kembali memilih Jokowi.

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, semua mesin partai maupun relawan sudah mempunyai data dan fakta kinerja Jokowi untuk membantah materi di tabloid tersebut jika terdapat isi menyudutkan.

"Kampanye kita garis yang konsisten apa yang sudah dilakukan kemudian menyampaikan apa-apa yang akan dilaksanakan untuk periode kedua," ujarnya.

TGB optimistis elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di pesantren-pesantren menunjukan tren positif. "Perangkat partai bekerja bersama-sama dan tidak ada resistensi apa pun dari pondok-pondok pesantren, tokoh-tokoh karena kita bicara tentang fakta," katanya.

Bahkan TGB menegaskan pasangan nomor urut 01 dalam kampanyenya tidak pernah bicara hoaks, tetapi selalu menampilkan fakta. “Kita tidak bicara tentang ilusi, hoaks, retorika tapi kita bicara tentang fakta, kita menyampaikan obyektifitas apa yang dapat disaksikan dan dirasakan," ujarnya.

BACA JUGA: BPN Bersyukur JK Perintahkan Masjid Bakar Tabloid Indonesia Barokah

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA