Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Kemenkes Bantah Gaji Dokter di Perbatasan Kurang

Sabtu 26 Jan 2019 13:50 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil

Kesehatan dan Dokter (ilustrasi).

Kesehatan dan Dokter (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Dari segi penghasilan, rata-rata dokter di sana berpenghasilan cukup besar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah kabar gaji dokter di perbatasan kurang. Hal itu dibuktikan Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi saat melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat dalam rangka evaluasi dan monitoring bimbingan wilayah pada 22-23 Januari 2019 lalu.

Di sela kunjungannya, Oscar mendapatkan fakta bahwa dokter yang mengabdi di sana sejahtera dari segi penghasilan. “Tenaga kesehatan di perbatasan ini pada betah semua. Jadi kabar kesejahteraan dokter yang katanya tidak memadai kesejahteraan, katanya gajinya kurang, itu tidak benar,” katanya seperti dalam keterangan tertulis diterima Republika.co.id, Sabtu (26/1).

Oscar sempat berbincang dengan dokter-dokter yang ada di perbatasan wilayah tersebut terkait berbagai hal mulai dari kesulitan, tantangan, hingga penghasilan. Dari segi penghasilan, rata-rata dokter di sana berpenghasilan cukup besar.

“Artinya kalau putra bangsa, anak-anak muda, dokter-dokter mempunyai keinginan mengabdikan dirinya ke daerah untuk mau terjun ke masyarakat, saya rasa tidak ada kekurangan dari sisi kesejahteraannya,” kata oscar.

Oscar memandang kehidupan para dokter yang mengabdi di Kabupaten Kapuas Hulu terlihat baik, karena penghasilan mereka tidak hanya didapat dari anggaran Kemenkes, tetapi juga dari pemerintah daerah. Hal itu sebagaimana yang diceritakan oleh para dokter di sana.

Dokter Reza misalnya, ia mendapatkan total penghasilan Rp 7 juta perbulan, begitupun dengan dokter Ricky yang bertugas di Puskesmas Semitau, ia mendapatkan penghasilan sekira Rp 6 juta perbulan, ditambah uang pogram, JKN, dan pelayanan di daerah yang bisa medapatkan Rp 1 atau Rp 2 juta.

Penghasilan mereka juga didapat dari bupati dengan penghasilan cukup besar. "Memang besaran gaji disesuaikan dengan kondisi daerah. Kami dari pusat memberikan apresiasi apa yang dilakukan oleh bupati dan pemerintah daerah setempat,” katanya.

Terkait pemenuhan tenaga kesehatan di daerah, tambah Oscar, Kementerian Kesehatan dalam memenuhi tenaga kesehatan di daerah sudah memiliki skema seperti pengiriman tenaga kesehatan dalam bentuk kelompok yang dinamakan tim Nusantara Sehat. Tim Nusantara sehat ini terdiri dari dokter umum, dokter gigi, tenaga kesehatan lainnya.

“Alhamdulillah peserta Nusantara Sehat sudah menyebar ke berbagai pelosok negeri ini tetapi memang yang menjadi persoalan kadang-kadang tenaga dokter yang mau mengabdikan dirinya masih sulit untuk kita dapatkan," ujarnya.

Untuk itu pihaknya mengimbau sekali lagi kepada putra-putri Kalimantan Barat yang sekarang sedang mengambil sekolah di Fakultas Kedokteran mari bekerja di daerah, mengabdikan diri untuk rakyat kita, masyarakat kita, sampai ke kampung-kampung, mereka membutuhkan saudara sekalian. 

Baca juga: Mardani: Pak Iman adalah Presiden PKS yang Sah

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Harusnya Bebas Bersyarat 23 Desember 2018

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA