Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Ramos Horta Bicara Peran Islam di Indonesia untuk Dunia

Jumat 25 Jan 2019 18:34 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Esthi Maharani

Mantan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Darwin.

Mantan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta di Darwin.

Foto: ABC
Indonesia, kata Ramos, harus berbahagia dan bangga dengan pencapaian-pencapaian

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Peraih Nobel Perdamaian, Jose Manuel Ramos Horta menjadi pembicara kunci di seminar di Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara tersebut bertajuk Islam Indonesia di Pentas Global: Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia. Dalam kesempatan itu, Presiden Timor Leste kedua itu membicarakan peran Islam di Indonesia dalam mewujudkan perdamaian di dunia.

Ramos mengatakan, mempertanyakan apakah Islam selaras dengan nilai-nilai dalam demokrasi sama saja mempertanyakan hal yang sama kepada agama-agama lain. Apapun agamanya, nilai-nilai demokrasi bisa diterapkan sesuai dengan interpretasinya.

"Tentu saja ada pemimpin-pemimpin agama yang memiliki perbedaan interpretasi tentang agama itu sendiri, tapi itu tidak cuma ada di pemimpin Islam, ada pula di Yahudi, Kristen, punya perbedaan interpretasi," ujar Ramos, Jumat (25/1).

Menurutnya, peradaban Islam bisa menjadi teladan dan Indonesia pun bisa menjadi contoh dalam hal memadukan peradaban Islam dan demokrasi. Bahkan Indonesia bisa berperan besar dalam tatanan dunia.

"Indonesia selalu memiliki kebijakan luar negeri yang bisa memenangkan semua pihak. Termasuk, bagaimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memaparkan solusi untuk Kosovo. Itu, sedikit banyak sudah menggambarkan bagaimana Indonesia telah mengajarkan pula bagaimana menjadi penengah yang baik," katanya.

Indonesia, lanjutnya, harus berbahagia dan bangga dengan pencapaian-pencapaian yang diraih. Menurutnya, Indonesia telah melahirkan orang-orang hebat.

Dalam kesempatan itu pula, Ramos mengungkapkan kegembiraannya karena Indonesia sudah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Ia berpendapat, Indonesia sangat layak jadi anggota tidak tetap DK PBB karena kedewasaan Indonesia menghadapi konflik-konflik yang ada.

Sebagai contoh kedewasaan, dikabulkannya referendum agar Timur Leste melepaskan diri dari Indonesia. Walau berpisah dari NKRI, Ramos merasa Indonesia tidak pernah berbalik badan dari Timor Leste. Indonesia justru menawarkan persahabatan kepada Timur Leste.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA