Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Malaria Monyet Ancam Masyarakat Pedalaman Aceh

Kamis 24 Jan 2019 20:49 WIB

Red: Didi Purwadi

Monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis)

Monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis)

Foto: Antara/Idhad Zakaria
Penyakit malaria monyet sedang marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, NAGAN RAYA -- Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, meminta masyarakat daerah pedalaman mewaspadai ancaman penyakit malaria monyet (Plasmodium Knowlesi). Penyakit tersebut ditularkan oleh monyet ekor panjang.

''Pada tahun 2018, ada tiga kasus malaria ditularkan monyet ekor panjang. Ketiganya berasal dari daerah pedalaman,'' kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Nagan Raya, dr Dedi Apriadi, di Nagan Raya, Aceh, Kamis.

Warga yang positif terjangkit malaria knowlesi hasil pemeriksaan Laboratorium Rumah Sakit Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya, berasal dari Desa Beutong, Kecamatan Beutong. Lainnya berasal dari Desa Alue Wakie di Kecamatan Darul Makmur.

Penyakit malaria monyet saat ini sedang marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Indikasi sumber penyakit malaria monyet diduga berasal dari kawasan hutan atau daerah-daerah dengan populasi monyet yang banyak.

''Malaria monyet endemis di hutan-hutan serawak, seperti hutan di Kalimantan dan Aceh,'' kata anggota Perhimpunan Epidemiologi Indonesia, dr Muhammad Erfandi. ''Dan, ada di Kota Sabang karena terdapat populasi monyet ekor panjang.''

Ia juga mengatakan penularan malaria monyet ke manusia disebabkan melalui gigitan nyamuk di hutan tempat populasi monyet. Malaria knowlesi itu kebanyakan terpapar di hutan yang ditularkan oleh nyamuk yang mengigit monyet.

''Sebernarnya penyakit malaria knowlesi itu kebanyakan terpapar di hutan yang ditularkan oleh nyamuk yang mengigit monyet yang terinfeksi malaria, lalu nyamuk itu menggigit manusia lagi," jelasnya lagi.

Masyarakat Nagan Raya dimintakan berhati-hati dan mempersiapkan pengaman badan dari gigitan nyamuk saat masuk ke kawasan hutan. Masyarakat juga diminta untuk menggunakan lation anti nyamuk, baju yang menutup anggota tubuh hingga kepala dan upayakan selalu aktif.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA