Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Politikus PDI Perjuangan Ragu Ahok Langsung Gabung Partai

Kamis 24 Jan 2019 19:38 WIB

Rep: Amri Amrullah, Ali Mansur/ Red: Ratna Puspita

Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Hendrawan Supratikno saat menghadiri pemaparan survei opini publik jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 di Jakarta, Ahad (29/10).

Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Hendrawan Supratikno saat menghadiri pemaparan survei opini publik jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 di Jakarta, Ahad (29/10).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Gebrakan yang dilakukan Ahok Ahok pernah mengesankan bahwa dirinya anti-parpol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno meragukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok angsung terjun ke dunia pascabebas. Apalagi, kata Supraktikno, gebrakan yang dilakukan oleh Ahok pernah mengesankan bahwa dirinya anti-partai politik (parpol).

Sebab, Ahok menilai parpol terkontaminasi virus-virus kemunafikan dan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN). "Saya tidak yakin BTP akan tertarik langsung masuk partai. Sejauh ini dia justru berselancar di atas arus atau kekuatan moral (moral force)," ujar Supratikno saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (24/1).

Karena itu, Supratikno enggan menebak apakah jika Ahok bergabung dengan PDI Perjuangan bakal membawa keuntungan atau justru merugikan bagi partainya. Apalagi, menurutnya, jika dikaitkan dengan sentimen keagamaan. 

"Jadi kita tunggu saja. Tidak usah terlalu rajin menebak-nebak. Jangan juga dianalisis untung ruginya, apalagi dikaitkan dengan sentimen keagamaan tertentu," tuturnya.

Kendati demikian, Supratikno percaya, Ahok semakin bijaksana dan memahami kultur politik Indonesia. Menurutnya, Ahok adalah sosok yang fenomenal. Ahok memiliki modal yang cukup bagus, seperti,  jujur, berkemauan keras dan berani. "Dengan modal itu dia masih bisa berkontribusi banyak di panggung politik dan lainnya," tutupnya

Ahok bebas setelah menjalani masa hukuman selama satu tahun delapan bulan dan 15 hari di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, atas kasus penistaan agama Islam. Rencananya, Ahok akan pulang kampung ke Bangka Belitung untuk bertemu sanak saudaranya.

Disarankan puasa politik

photo
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (tengah) berfoto dengan kerabatnya di Jakarta, Kamis (24/1/2019). (Antara)

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menyarankan agar Ahok puasa politik dulu kalau ada tawaran bergabung dengan parpol manapun timses pilpres. "Jangan dulu afiliasi politik sama Jokowi maupun Prabowo. Kendati dipinang, lupakan dulu. Lantaran saat ini lagi sensitif dan suhu politiknya agak panas," ucap Jerry.

Menurut dia, sebaiknya Ahok tetap tenang karena keputusan bergabung dengan partai politik justru bisa berdampak kurang baik. “Cuti politik untuk sementara dulu dengan berbagai considering (pertimbangan)," ujar Jerry.

Jerry menilai, sekarang ini Ahok tidak akan bisa bernafas lega sebab kasus Rumah Sakit Sumber Waras dan pembelian lahan Cengkareng sudah menunggu. "Kasus RS Sumber Waras saya duga masih akan di goreng ke ranah pilpres jika dia masuk di timses Jokowi. Bagi saya Ahok jangan dulu berpolitik sementara waktukarena membahayakan dirinya," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA