Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Ini Tantangan Deredia Saat Angkat Musik Tahun 50-an

Kamis 24 Jan 2019 19:29 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Deredia.

Deredia.

Foto: Ist
Vokalis Deredia sebut referensi berbahasa Indonesia untuk musik 50-an sulit ditemukan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di Indonesia sudah banyak band atau musisi yang mengusung lagi musik era lawas. Akan tetapi mereka selalu mencuplik musik masa 1960-an ke atas. Musik era 1950-an ke bawah masih belum banyak dilirik untuk digaungkan lagi. 

Baca Juga

Melihat kondisi ini, band indie Deredia memutuskan untuk konsisten mengangkat kejayaan musik era 50-an. Vokalis Deredia Louise Sitanggang mengungkapkan banyak kesulitan yang mereka alami saat mencoba menggali catatan sejarah musik di era tersebut. 

"Dokumentasi berbahasa Indonesia sangat sulit ditemukan. Di internet kami harus melakukan pencarian dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda untuk menemukan informasi seputar musik dan gaya busana di tahun 1950-an," ungkapnya dalam kunjungan Deredia ke kantor Republika.co.id, Kamis (24/1).

Mereka juga kesulitan mengadaptasi gaya 50-an karena hingga saat ini belum menemukan penutur yang bisa menceritakan seperti apa perkembangan musik Tanah Air di era itu. Satu-satunya jalan yang mereka tempuh adalah menggali informasi sebanyak-banyaknya dari internet dan menonton film-film yang pernah ada di tahun 1950-an.

Setelah mengeksplor dari berbagai sumber, Deredia pun makin percaya diri untuk mengangkat nilai-nilai dan gaya bermusik yang pernah populer di zaman pascaperang itu. Kini saluran Youtube Deredia telah berhasil menyedot 27 ribu subscriber. 

Penikmat musik Deredia akan disuguhi dengan suara Louise yang ceria dan gaya busana personelnya yang berciri khas zaman dulu. Louise setia tampil dengan rok mengembang berpotongan A-line. Sementara itu para personel prianya mengenakan kemeja longgar dan dipadukan dengan celana kain. 

Demi memperoleh busana-busana kuno tersebut, mereka rajin berburu pakaian second di Pasar Baru dan Pasar Senen. "Asalkan kita sudah paham konsep busana tahun 1950-an maka baju zaman sekarang pun bisa disulap menjadi bergaya jadul," kata Louise. 

Kesan vintage makin kental karena hampir semua video musik Deredia bernuansa hitam putih. Kini setelah hampir empat tahun mewarnai industri musik Tanah Air, Deredia berencana merilis single baru berjudul Malam Bergelora di Februari mendatang. Memasuki bulan Ramadhan, grup musik yang namanya mengandung makna nyanyian merdu ini akan meluncurkan album bertajuk Bala-Bala.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA