Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Era Digital, Pedagogi Siber Guru Harus Diperkuat

Kamis 24 Jan 2019 15:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

SIT Nurul Fikri mendorong para guru untuk memaksimalkan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

SIT Nurul Fikri mendorong para guru untuk memaksimalkan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Foto: Dok SIT NF
Strategi mengajar seorang guru harus bisa meningkatkan kemampuan berpikir anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menghadapi era industri 4.0, kemampuan pedagogi guru harus terus ditingkatkan. Strategi mengajar seorang guru harus bisa meningkatkan kemampuan berpikir anak menjadi lebih kritis, kreatif dan inovatif.

Ketua Divisi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Smart Learning Center Richardus Eko Indrajit mengatakan, kemampuan para guru untuk mendidik pada era pembelajaran digital dinilai perlu disiapkan dengan memperkuat pedagogi siber pada guru. Guru yang lebih banyak berperan sebagai fasilitator harus mampu memanfaatkan teknologi digital yang ada untuk mendesain pembelajaran kreatif.

“Dalam semua hal, mulai dari cara mengajar, membuat soal dan hal lainnya harus diubah menjadi lebih inovatif,” kata Eko di Gedung Guru PGRI Jakarta, Kamis (24/1).

Dalam menyusun soal, kata dia, guru jangan lagi membuat soal yang mudah dicari jawabannya di internet. Kini, guru harus membuat soal yang bisa mengarahkan anak untuk berproses. Proses membaca, mengumpulkan data dan mendengarkan pendapat orang lain.

“Jangan lagi membuat soal yang definisi daja. Tapi arahkan anak untuk bisa kritis dan berproses, benar atau salah tidak lagi penting. Proses menjawab soal itu lah yang penting karena itulah proses hidup yang dibutuhkan anak,” jelas dia.

Eko mengungkapkan, di era digitalisasi metode pembelajaran jangan lagi satu arah. Dengan adanya teknologi, siswa akan lebih cepat menyerap informasi dan pengetahuan secara autodidak. Karena itu, guru harus melek teknologi agar bisa mengimbangi kemampuan siswa.

“Guru harus melek teknologi. Agar guru-guru itu siap menghadapi anak yang semakin dinamis dan berkembang pemikirannya,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA