Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Pengacara Ahok Gelar Doa Bersama dan Syukuran di Bali

Kamis 24 Jan 2019 15:37 WIB

Red: Andri Saubani

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama keluarga dan kerabatnya mengikuti kebaktian ucapan syukur di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (kiri) bersama keluarga dan kerabatnya mengikuti kebaktian ucapan syukur di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Foto: Antara/HO
Ahok hari ini akan bebas dari masa hukuman kasus penistaan agama.

REPUBLIKA.CO.ID,  DENPASAR --  Sejumlah elemen masyarakat di Bali mengadakan doa syukur untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (BTP) atau Ahok yang telah bebas dari penahanan dalam kasus penistaan agama, pada hari ini. Pengacara Ahok, Wayan Sudirta SH, di sela-sela doa syukur tersebut di Denpasar, Bali, Kamis (24/1), mengatakan, doa tersebut sebagai rasa syukur atas bebasnya Ahok dari penjara, karena itu doa dilakukan secara bersama lintas agama.

"Sebelum kenal Ahok, saya menganggap diri saya sudah jujur. Tapi begitu kenal, saya merasa kecil dan seperti tak ada apa-apanya dalam hal kejujuran. Ahok itu guru orang-orang jujur," kata Sudirta.

Sudirta yang menjadi tim pengacara kasusnya Ahok itu mengatakan pihaknya cukup lama bersama Ahok menggali sikap, kemampuan serta tindakan Ahok dalam membela negeri ini. "Ahok itu orangnya taat agama, percaya Tuhan. Dia orang jujur dan berani mati. Sangat pintar dan punya sifat nasionalisme luar biasa yang siap membela Pancasila dan NKRI dengan pengorbanan yang tinggi. Itu sifat yang harus ditiru dan jadi teladan. Kalau kita tak berani bela Pancasila, lantas siapa yang akan bela Pancasila," katanya.

Ia mengatakan, kemampuan Ahok selama menjabat Gubernur DKI Jakarta juga dinilai luar biasa. Cuma, Ahok satu-satunya di negeri ini yang bisa membangun tanpa APBD. Di mata Sudirta, Ahok tidak salah dari segi hukum. Banyak kasus seperti itu yang terjadi.

"Tidak semua putusan itu benar, hakim itu manusia dan bisa salah," kata pengacara kondang asal Desa Pidpid, Kabupaten Karangasem itu.

Selain itu, kata dia, setelah bebas memang banyak tawaran datang kepada Ahok. Dari tawaran bisnis, politik, dan lainnya.

"Sedikit yang bisa sampaikan di sini, Ahok akan bikin buku dan membuka sebuah kantor kecil," ujar caleg DPR-RI daerah pemilihan Bali.

Sementara itu, seorang aktivis  Anak Agung Triana Tira menilai Ahok adalah seorang negarawan yang gigih berjuang untuk negara. Gung Tira mengatakan, Ahok adalah sosok yang sangat kuat. Dia berjuang untuk kebenaran dan berada di sana. Gung Tira juga memuji Ahok yang konsekuen, memiliki integritas tinggi dan tidak korupsi. Ahok takkan ambil uang yang bukan haknya.

"Untuk itu saya mengajak anak muda meneladani sifat Ahok untuk menciptakan negara ini bersih, dan bebas dari korupsi," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA