Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Anak Gembong Narkoba Terlibat Pembunuhan Jurnalis

Kamis 24 Jan 2019 10:01 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Bos kartel narkoba terkuat di Meksiko, Joaquin

Bos kartel narkoba terkuat di Meksiko, Joaquin

Foto: Reuters/Henry Romero/File Photo
Javier Valdez dibunuh pada Mei 2017 karena artikelnya tentang kartel narkoba.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Beberapa putra laki-laki dari penguasa gembong narkoba Meksiko Joaquin "El Chapo" Guzman (61 tahun) diduga telah membunuh seorang jurnalis terkenal Meksiko. Jurnalis itu dibunuh setelah meliput tentang kartel narkoba milik mereka.

Hal itu dikatakan oleh seorang mantan rekan kerja Guzman yang bersaksi di pengadilan Amerika Serikat pada Rabu (24/1).

Mantan rekan kerja Guzman, Damaso Lopez Nunez (52 tahun) bersaksi di Pengadilan Federal Brookly dan ditanya oleh salah satu pengacara Guzman.   Sang pengacara, Eduardo balarezo bertanya ke Lopez apakah putranya, Damaso Lopez Serrano terlibat dalam pembunuhan jurnalis Javier Valdez pada Mei 2017.

Valdez dikenal karena topi jerami khasnya. Dia adalah pendiri surat kabar online RioDoce dan penulis buku "Narcoreporting" yang berisi soal bahaya yang dihadapi oleh wartawan dalam meliput perang narkoba di Meksiko. Pembunuhannya memicu kemarahan publik akan kekerasan kartel.

Baca juga, Truk Penuh Tumpukan Mayat Ditinggalkan di Pinggir Kota.

RioDoce melaporkan tahun lalu, bahwa anak Lopez Nunez, Lopez Serrano kemungkinan berada di balik pembunuhan itu. Namun, Lopez Nunez mengatakan, baik dia maupun putranya tidak ada sangkut paut dengan pembunuhan Valdez.

Dia malah bersaksi bahwa putra Guzman yang membunuh Valdez karena menerbitkan artikel tentang kartel narkoba.

Guzman diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) pada 2017 dan telah diadili sejak November atas tuduhan perdagangan kokain, heroin dan obat-obatan lainnya.

Pria berkebangsaan Meksiko itu dituding sebagai tokoh utama di balik kartel narkotika Sinaloa, yang disebut jaksa penuntut umum merupakan penyuplai obat-obatan terlarang terbesar ke AS.

Namun, pengacaranya mengklaim dia dijebak oleh penyelundup kartel narkoba yang lebih kuat, Ismael "El Mayo" Zambada.

Menurut laporan media, Guzman adalah ayah dari 15 anak. Namun, Lopez tidak mengatakan putra mana yang membunuh Valdez. Sebelumnya, ia bersaksi bahwa empat anak Guzman yakni, Ivan, Alfredo, Ovidio dan Joaquin terlibat dalam kartel.

Lopez menjalani hukuman seumur hidup di penjara AS karena perdagangan narkoba. Dia mengakui bekerja sama dengan jaksa dengan harapan hukumannya dikurangi. Dia juga bersaksi mulai bekerja untuk Guzman pada 2001 dan menjadi ayah baptis salah satu putri kembar bos-nya.

Pada pekan lalu, Lopez bersaksi istri Guzman, Emma Coronel memainkan peran penting dalam merencanakan pelarian suaminya melalui terowongan pada 2015 dari penjara Meksiko. Namun, pelariannya gagal. Pada Januari 2016, Guzman kembali tertangkap.

"Sementara Guzman ditahan di penjara Altiplano Meksiko pada 2014 dan 2015, kami merencanakan pelarian dia dengan putra-putranya," ujar Lopez.

Ketika Lopez pertama kali bersaksi, ia memandang Guzman dan menepuk tinjunya. Ditanya oleh salah satu pengacara Guzman pada pemeriksaan silang Rabu mengapa dia membuat gerakan itu, Lopez menjawab, "Karena saya mencintainya."

Meskipun demikian, Lopez berkata, keadaan memaksanya untuk bersaksi. "Saya memilih untuk memikirkan keluarga saya," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA