Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Takzim kepada Ulama dan Fatwa Terorisme di Panggung Debat

Selasa 22 Jan 2019 19:25 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Ketua KPU Arief Budiman (kiri) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Ketua KPU Arief Budiman (kiri) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin (kedua kanan) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Dua cawapres Sandiaga dan Kiai Maruf berhak mendapat penghormatan dan pemuliaan

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Shamsi Ali*

Sebagai santri dan akan terus “nyantri” hingga akhir hayat, saya sangat ta’zhim (respek) kepada semua ulama. Terlepas gonjang ganjing, atau dalam bahasa haditsnya biasa disebut “qiila wa qaala” ulama tetaplah ulama. Apalagi kalau hanya sekedar pilihan dan afiliasi politiknya.

Karenanya di awal tulisan ini saya deklarasikan takzim saya ke Bapak KH Ma’ruf Amin. Beliau adalah ulama, guru umat, dan panutan jutaan umat Muslim di negara ini. Kiprah beliau dalam keilmuan dan keulamaan tidak dapat disembunyikan. Terakhir beliau adalah Pimpinan tertinggi NU dan Majelis Ulama Indonesia.

Kedua posisi ini secara nasional dalam konteks keumatan adalah posisi puncak. Karenanya beliau mempunyai posisi takzim atau penghormatan dari semua.

Tapi yang tidak kalah terhormat dan mulia dalam penglihatan saya adalah ketinggian “akhlak karimah” dari cawapres Sandiaga Salahuddin Uno. Setiap bertemu dan berjumpa dengan para ulama, termasuk lawan laga dalam kontestasi ini, beliau selalu memperlihatkan takzim (penghormatan) itu.

photo
Ketua MUI - K.H Maaruf Amiin

Saya sangat yakin beliau bukan tipe pencitraan, dan saya yakin sangat alami dalam pembawaan. Beliau mencium tangan ulama, termasuk KH Ma’ruf Amin bahkan di atas panggung debat politik, sungguh karena sadar keulamaan. Beliau mengharapkan barakah dan ridha Allah melalui takzim ulama.

Karenanya Kedua cawapres deserving (berhak) mendapatkan penghormatan dan pemuliaan kita semua. Apalagi keduanya adalah kandidat cawapres RI, tentunya mereka adalah dua putra terbaik bangsa kali ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA