Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Mengapa Penyanyi Justru Rentan Depresi

Selasa 22 Jan 2019 10:02 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Indira Rezkisari

Lady Gaga

Lady Gaga

Foto: EPA
Lady Gaga hingga Zayn Malik pernah memiliki masalah kesehatan mental.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Musik secara ilmiah telah diakui dapat mempengaruhi suasana hati dan memberikan efek yang positif bagi tubuh. Namun, mengapa banyak musisi yang justru mengalami pergulatan batin yang besar hingga mengancam kesehatan tubuh dan mental mereka yang berakibat fatal.

Pada abad ke-21, penelitian telah banyak mengkaji hubungan antara musik dan efeknya pada berbagai penyakit. Penelitian telah menunjukkan hal itu untuk memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi kadar hormon stres. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2005 oleh University of Windsor di Kanada, menunjukkan musik dapat meningkatkan fungsi kognitif.

Seiring dengan dampak positif yang diberikan, banyak artis dan profesional musik lainnya mengalami kondisi yang mengerikan. Sangat mudah untuk memahami bagaimana ketenaran mendadak atau gaya hidup yang dibangun di sekitar menciptakan musik dan konser dapat menyebabkan penyalahgunaan narkoba dan alkohol, atau bahkan menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Lady Gaga mengatakan kepada The Mirror pada tahun 2016, dia telah memblokir ingatan akan ketenaran. Dia menyatakan, "sepertinya saya trauma. Aku butuh waktu untuk mengkalibrasi ulang jiwaku."

Zayn Malik mantan anggota One Direction mengatakan, memiliki kecemasan yang sangat parah sehingga memaksanya untuk membatalkan beberapa tur solo. Dua tahun yang lalu, dia menulis dalam bukunya, 'Zayn', yang membahas berbagai masalah yang disebabkan oleh ketenaran.

"Ketika saya berada di One Direction, masalah kecemasan saya sangat besar. Namun, dalam jaring pengaman band, mereka setidaknya bisa dikelola," katanya.

Sebagai penyanyi solo, Zayn merasa jauh lebih terbuka. Saat bersama grup terasa terlalu banyak untuk dipikulnya saat itu, sehingga keputusan untuk bersolo karier menjadi pilihan terbaik untuk keberlangsungan bermusiknya.

Nicki Minaj pun pernah berada di tahapan yang cukup tertekan. Pada tahun 2011, dia bercerita pada Cosmopolitan, bagaimana dia menderita pikiran bunuh diri berkali-kali.

"Aku terus membanting pintu di wajahku. Saya merasa tidak ada yang berhasil. Saya telah pindah sendiri, dan di sini saya berpikir saya harus pulang. Itu hanya jalan buntu. Pada satu titik, saya merasa, 'apa yang akan terjadi jika saya tidak bangun?' Itulah yang saya rasakan," kata rapper tersebut.

Survei yang diterbitkan oleh Help Musicians, badan amal musik independen Inggris,  pada tahun 2014 menunjukan, 60 persen musisi telah berjuang dengan kesehatan mental. Sedangkan, khusus untuk musisi Inggri sebanyak  25 persen. Dalam studi yang sama, 68 persen mengatakan mereka berjuang dengan kesepian atau perpisahan dari keluarga dan teman, dan 75 persen musisi telah mengalami kecemasan kinerja.

CEO Key Changes Peter Leigh menjelaskan, masalah-masalah pada pelaku industri musik ini bisa barasal dari kondisi yang begitu kompetitif. Sedangkan, hanya sedikit yang berhasil mencapai karier yang sukses.

“Beberapa faktor pemicu masalah yang kita lihat di komunitas musik termasuk keraguan diri dan stres yang ditimbulkan oleh penolakan dan kegagalan, pengambilan keputusan yang buruk berdasarkan saran dan eksploitasi yang buruk,"  ujar pemimpin lembaga yang menyediakan layanan musik dan layanan pemulihan di rumah sakit dan komunitas untuk orang muda dan orang dewasa yang terkena depresi, kecemasan, PTSD, gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan kesehatan mental lainnya, dikutip dari The Independent, Senin (21/1).

Di samping itu, terdapat efek yang tidak baik juga ketika seorang musisi meninggal dunia. Sering terjadi, rekor penjualan musik terjadi setelah penyanyi tersebut meninggal dunia.

"Fakta rekor puncak penjualan segera setelah kematian seorang artis adalah sebuah ilustrasi dari kekuatan media dan pasar yang seringkali tidak berperasaan," ujar Leigh.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA